<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169467">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN MODEL KLASIFIKASI UNTUK DETEKSI DAN VISUALISASI CYBERBULLYING MELALUI PEMROSESAN AUDIO DI YOUTUBE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Farhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cyberbullying di platform digital seperti YouTube telah menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan mental pengguna, khususnya anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi untuk mendeteksi dan memvisualisasikan&#13;
cyberbullying berdasarkan transkrip audio dari video YouTube berbahasa Indonesia. Data diperoleh melalui proses transkripsi otomatis menggunakan Faster-whisper dan dilabeli dengan model IndoBERT-Bullying-Classifier, yang kemudian dievaluasi ulang&#13;
oleh manusia. Distribusi data diperbaiki melalui teknik random undersampling dan augmentasi data menggunakan metode back-translation. Model IndoBERT dilatih dengan data hasil prapemrosesan dan dievaluasi menggunakan metrik akurasi, presisi,&#13;
recall, dan F1-score. Pelatihan model dilakukan dengan menggunakan data sebelum proses augmentasi dan sesudah proses augmentasi. Model terbaik didapatkan pada dataset undersampling 10.000 yang belum melalui proses augmentasi dengan akurasi&#13;
sebesar 97,61%, presisi 87,61%, recall 91,02%, dan F1-score 89,10%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses augmentasi tidak meningkatkan performa model dalam mendeteksi konten cyberbullying. Model terbaik diimplementasikan dalam sebuah&#13;
antarmuka web berbasis Streamlit, yang memungkinkan pengguna menganalisis video YouTube secara langsung dengan visualisasi hasil klasifikasi dan perhatian model (attention visualization) untuk menyoroti kata-kata yang berkontribusi pada keputusan&#13;
klasifikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis deep learning yang dikombinasikan dengan transkripsi audio dan visualisasi dapat memberikan solusi efektif dalam mendeteksi serta memahami konten bermuatan cyberbullying di platform&#13;
video digital.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BULLYING - SOCIAL INTERACTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIGITAL AUDIO TECHNOLOGY - COMPUTER SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>006.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-15 15:33:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 11:34:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>