<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169431">
 <titleInfo>
  <title>TRANSFORMASI BUDAYA SIMEULUE DI ERA GLOBALISASI:</title>
  <subTitle>TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS LOKAL MELALUI KESENIAN NANDONG</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALHAMSYAH.AN.H</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk transformasi budaya masyarakat Simeulue di era globalisasi yang tercermin melalui kesenian Nandong, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pelestarian identitas lokal. Kesenian Nandong, sebagai warisan budaya tak benda, mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, baik dari segi penyajian, alat musik, hingga isi syair. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dan data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap empat informan yang terdiri dari pelaku seni, tokoh adat, serta duta wisata muda Simeulue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya pada kesenian Nandong mencakup perluasan konteks penyajian ke ranah digital dan acara formal, modifikasi alat musik secara selektif tanpa meninggalkan ciri khas lokal, serta penyesuaian isi syair agar lebih relevan dengan isu kontemporer. Tantangan utama yang dihadapi antara lain minimnya ketertarikan generasi muda, rendahnya integrasi budaya lokal dalam sistem pendidikan, serta terbatasnya dukungan infrastruktur dan komunitas budaya. Di sisi lain, peluang pelestarian hadir melalui pemanfaatan teknologi digital, pendidikan berbasis budaya lokal, dan keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen pelestari yang kreatif dan adaptif. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kesenian Nandong bukan hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang melalui transformasi budaya yang terarah dan kolaboratif. Dengan memanfaatkan peluang globalisasi secara bijak, identitas lokal Simeulue dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang.&#13;
Kata Kunci: Transformasi Budaya, Identitas Lokal, Globalisasi, Kesenian Nandong, Simeulue&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ARTS - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>306.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-14 15:21:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 11:19:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>