<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169419">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN KOMBINASI KOMPOS, FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) PADA ULTISOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURNAILAH ATIFAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam Pogostemon Cablin Benth merupakan salah satu tanaman penghasil &#13;
minyak astiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tanaman nilam Pogostemon Cablin Benth &#13;
saat ini banyak dicari masyarakat untuk dikembangkan. Masalah yang dihadapi dalam &#13;
budidaya nilam adalah produktivitas tanah yang rendah. Ultisol memiliki bagian terluas dari &#13;
lahan kering di Indonesia, namun Ultisol adalah tanah yang miskin akan unsur hara dan &#13;
memiliki kadar Al yang tinggi, sehingga ketersediaan hara makro bagi tanaman tidak &#13;
tercukupi. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan tanaman nilam (Pogostemon &#13;
cablin Benth) pada Ultisol yang diberikan kompos, Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan &#13;
biochar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non &#13;
faktorial dengan 4 perlakuan. Perlakuan K0 (kontrol), K1 (kompos 20 t ha-1), K2 (kompos &#13;
20 t ha-1 + biochar 10 t ha-1) dan K3 (kompos 20 t ha-1 + biochar 10 t ha-1 + FMA) . Setiap &#13;
perlakuan dibuat pengulangan 5 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Parameter yang &#13;
diamati pada pertumbuhan tanaman nilam (Pogostemon Cablin Benth) adalah tinggi &#13;
tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Juga dilakukan pengamatan terhadap perubahan &#13;
hara tanah ultisol akibat perlakuan kompos dan biochar (kontrol, kompos 20 t ha-1 , kompos &#13;
20 t ha-1 + biochar 10 t ha-1) yang diinkubasi selama 42 hari. Perubahan sifat kimia tanah &#13;
yang diamati adalah pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-total, Ca-dd dan Mg-dd. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akibat pemberian kompos, biochar &#13;
dan FMA berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman pada umur 14 Hari Setalah &#13;
Pindah Tanam (HSPT) dan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun dan jumlah &#13;
cabang pada umur 28, 42 dan 56 HSPT. Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi &#13;
tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan tanaman &#13;
nilam Pogostemon cablin Benth K1 (kompos 20 t ha-1) . Analisis hara Ultisol pada perlakuan &#13;
kompos 20 ton ha-1, biochar 10 ton ha-, selama 42 hari diinkubasi belum dapat meningkatkan &#13;
konsentrasi hara pada Ultisol.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HERBACEOUS PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ESSENTIAL OILS - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>582.12</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169419</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-14 12:40:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-14 15:29:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>