ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI TEBU DI KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI TEBU DI KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Muhammad Furqan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Monalisa - 197702022008122001 - Dosen Pembimbing I
Irfan Zikri - 198004042006041003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005102010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.173 61

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Luas areal dan produksi tebu di Kabupaten Aceh Tengah, khususnya di Kecamatan Ketol, menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam sektor pertanian tebu yang berpotensi menurunkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Faktor utama yang menghambat produktivitas adalah rendahnya keterampilan budidaya, serangan hama dan penyakit, serta minimnya pendampingan dan penyuluhan teknis. Kondisi tersebut menyebabkan menurunnya kualitas hasil panen dan meningkatnya biaya produksi, yang berdampak langsung pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan petani tebu di Kecamatan Ketol dengan harapan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas dan taraf hidup petani secara menyeluruh.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang dipilih secara purposive sampling karena merupakan daerah dengan produksi tebu tertinggi dan masyarakatnya sangat bergantung pada usahatani tebu sebagai sumber utama pendapatan. Penelitian ini berfokus pada tingkat kesejahteraan petani tebu dengan populasi sebanyak 1.680 petani, dari mana diambil sampel sebanyak 60 petani menggunakan simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis kesejahteraan dilakukan menggunakan indikator yang disusun berdasarkan Badan Pusat Statistik (2014), yaitu perkembangan struktur pendapatan, pengeluaran pangan, dan daya beli rumah tangga petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar pendapatan rumah tangga petani tebu (71%) justru berasal dari sektor non-pertanian, sedangkan kontribusi usahatani tebu hanya 29%. Hal ini menunjukkan ketergantungan petani pada pekerjaan di luar sektor pertanian untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pengeluaran pangan rumah tangga petani masih cukup besar, dengan padi-padian mencapai 44% dan lauk-pauk 30% dari total pengeluaran pangan, menunjukkan ketahanan pangan yang cukup baik. Nilai Daya Beli Rumah Tangga Petani (DBRP) sebesar 7,62 (>1) menunjukkan pendapatan rumah tangga cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Sugarcane acreage and production in Central Aceh Regency, particularly in Ketol District, have shown a significant downward trend in recent years. This decline indicates serious problems in the sugarcane farming sector that have the potential to reduce farmers' income and welfare. The main factors hampering productivity are low cultivation skills, pest and disease attacks, and a lack of technical assistance and counseling. These conditions lead to declining crop quality and increasing production costs, which directly impact farmers' income. This study aims to analyze the welfare of sugarcane farmers in Ketol District with the hope of providing recommendations for improving productivity and their overall standard of living. This research was conducted in Ketol District, Central Aceh Regency, which was selected using purposive sampling because it is the area with the highest sugarcane production and where the community relies heavily on sugarcane farming as a primary source of income. This study focused on the welfare of sugarcane farmers, with a population of 1,680 farmers, from whom a sample of 60 farmers was drawn using simple random sampling. The data used in this study consisted of primary and secondary data. The welfare analysis was conducted using indicators compiled by the Central Statistics Agency (2014), namely the development of income structure, food expenditure, and purchasing power of farmer households. The results showed that the majority of sugarcane farmer household income (71%) comes from the non-agricultural sector, while the contribution of sugarcane farming is only 29%. This indicates farmers' dependence on non-agricultural employment to meet their living needs. Household food expenditure remains quite substantial, with grains accounting for 44% and side dishes 30% of total food expenditure, indicating relatively good food security. The Household Purchasing Power (DBRP) of 7.62 (>1) indicates that household income is sufficient to meet consumption needs.

Citation



    SERVICES DESK