<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169389">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI ISOLAT BAKTERI ASAL USUS KECOAK HUTAN (BLABERIDAE) TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Desi Ramadhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecoak merupakan serangga hemimetabola yang memiliki kaitan yang sangat erat dengan mikroorganisme karena makanan kecoak di habitat alaminya mengandung banyak mikroba. Mikrobioma usus kecoak berperan dalam pertahanan dari serangan mikroorganisme patogen lainnya, sehingga berpotensi menghasilkan senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan menganalisis senyawa antibakteri dari isolat bakteri asal usus kecoak hutan (Blaberidae) yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang menggunakan metode streak plate (cawan gores). Isolat bakteri yang didapatkan kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri secara kuantitatif melalui pengukuran diameter zona hambat yang dihasilkan melalui metode difusi cakram. Selanjutnya metabolit sekunder dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh dari lima belas isolat bakteri asal usus kecoak hutan (Blaberidae) memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dimana enam isolat bakteri berasal dari kecoak Blaberus (BKB) dan empat isolat bakteri &#13;
berasal dari kecoak Panesthia (BKP). Isolat BKB-C2 menunjukkan ukuran zona hambat terbesar terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 6,13 mm (sedang). Analisis GC-MS mengidentifikasi 23 senyawa dalam isolat BKB-C2, dengan senyawa tertinggi adalah cis-13-&#13;
Octadecenoic acid yang termasuk dalam golongan senyawa asam lemak. Senyawa ini dapat berperan sebagai pertahanan terhadap infeksi bakteri patogen, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dengan meningkatnya resistensi antibiotik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BACTERIA</topic>
 </subject>
 <classification>579.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169389</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-13 15:29:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-14 11:16:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>