<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169387">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN TOPOLOGY OPTIMIZATION PADA STRUKTUR HONEYCOMB UNTUK INTI KOMPOSIT SANDWICH MELALUI SIMULASI METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD HARIS RIZKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan bentuk struktur sandwich honeycomb yang digunakan pada inti komposit sandwich dengan memanfaatkan metode topology optimization berbasis simulasi numerik menggunakan perangkat lunak ANSYS Workbench 2023 R1. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan material tanpa menghilangkan kekuatan dari struktur tersebut. Model spesimen yang digunakan dihomogenisasi menjadi solid body, dengan konfigurasi skin dan core menggunakan material aluminium honeycomb dan model spesimen mengacu pada standar ASTM C393. Three point bending dilakukan sebelum dan sesudah dioptimasi dengan variasi parameter percent to retain (PtR) dari 90% hingga 20%, yang merepresentasikan seberapa besar massa material yang dipertahankan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi PtR sebesar 50% menghasilkan bentuk paling ideal, di mana nilai tegangan maksimum turun dari 21,892 MPa menjadi 20,963 MPa, sementara nilai regangan menurun dari 0,33749 mm/mm menjadi 0,2944 mm/mm, dan nilai deformasi maksimum tetap stabil di sekitar 4 - 5 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa pengurangan material hingga 50% tidak hanya efektif dalam cost production material, tetapi juga mampu mempertahankan performa dari struktur tersebut. Oleh karena itu, topology optimization terbukti menjadi pendekatan yang efisien dalam desain struktur ringan dan kuat untuk aplikasi rekayasa struktural</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOSITE MATERIALS - MATERIAL SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>620.118</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169387</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-13 15:10:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-14 10:22:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>