PRIORITAS PENERAPAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (STUDI KASUS: KORIDOR 2A TRANS KOETARDJA, KOTA BANDAACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRIORITAS PENERAPAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (STUDI KASUS: KORIDOR 2A TRANS KOETARDJA, KOTA BANDAACEH)


Pengarang
Dosen Pembimbing

Irin Caisarina - 197605182005012002 - Dosen Pembimbing I
Siti Zahrina Fakhrana - 199505132024062001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104110010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

711.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tingginya penggunaan kendaraan pribadi sebagai dampak dari pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kemampuan ekonomi, serta pergeseran struktur ruang telah membentuk pola pergerakan baru, yang tidak diimbangi dengan penataan ruang terpadu, sehingga menimbulkan perMassalahan transportasi di Banda Aceh. Dalam menanggapi fenomena tersebut, konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi konsep pengembangan yang mampu meningkatkan penggunaan lahan yang efisien dan serta memenuhi kebutuhan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kawasan transit pada Koridor 2A Trans Koetaradja terhadap prinsip TOD dan merekomendasikan pengembangan dalam penerapan TOD pada kawasan transit terpilih. Penelitian dilakukan pada 15 titik transit dengan buffer sebesar 300 m. Penilaian kesesuaian kawasan transit dilakukan berdasarkan delapan variabel TOD Standard 3.0 oleh Institute of Transportation Development Policy (ITDP) berupa Walk, Cycle, Connect, Transit, Mix, Densify, Compact, dan Shift dengan menggunakan metode skoring. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 titik halte yang dapat diterapkan sebagai kawasan prioritas berdasarkan kondisi eksistingnya. Halte tersebut meliputi H04 dengan 54 poin, H22 dan H04A dengan 53 poin, serta H42A dengan 52 poin. Seluruh kawasan transit prioritas tersebut direkomendasikan sebagai Transit Core serta dikembangkan dengan menggunakan
strategi pengembangan Redeveloped Site. Pengembangan difokuskan pada peningkatan kesesuaian jalur pejalan kaki pada seluruh ruas jalan, pengadaan jenis penyeberangan yang sesuai pada H42A, pengadaan jalur sepeda dan tempat penyimpanan sepeda yang sesuai pada seluruh kawasan transit, serta pembangunan rumah murah pada kawasan transit.

The high use of private vehicles as a result of population growth and increasing economic capacity, as well as shifts in spatial structure have formed new movement patterns, which are not balanced with integrated spatial planning, thus causing transportation problems in Banda Aceh. In response to this phenomenon, the Transit Oriented Development (TOD) concept has become a development concept that is able to increase efficient land use and meet the needs of community activities and mobility. This study aims to analyze the suitability of the transit area in the Trans Koetaradja Corridor 2A to the TOD principle and recommend developments in the application of TOD in selected transit areas. The study was conducted at 15 transit points with a buffer of 300 m. The assessment of the suitability of the transit area was carried out based on eight TOD Standard 3.0 variables by the Institute of Transportation Development Policy (ITDP) namely Walk, Cycle, Connect, Transit, Mix, Densify, Compact, and Shift using a scoring method. The results of the study indicate that there are 4 bus stops that can be applied as priority areas based on their existing conditions. These stops include H04 with 54 points, H22 and H04A with 53 points, and H42A with 52 points. All priority transit areas are recommended as Transit Cores and are being developed using the Redeveloped Site development strategy. Development focuses on improving pedestrian accessibility on all roads, providing appropriate crossing types at H42A, providing bicycle lanes and appropriate bicycle storage throughout the transit area, and constructing affordable housing in the transit area.

Citation



    SERVICES DESK