<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169305">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ENDRA GUNAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), dana transfer, dan varian anggaran terhadap kinerja anggaran daerah di kabupaten/kota di Indonesia, dengan fokus pada peran kebijakan alokasi anggaran sebagai variabel intervening dan ukuran DPRD sebagai variabel pemoderasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode regresi linier berganda untuk menganalisis data dari berbagai daerah selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SiLPA, dana transfer, dan varian anggaran memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja anggaran daerah. SiLPA berperan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, sementara dana transfer dan varian anggaran juga memberikan kontribusi positif, meskipun dengan pengaruh yang lebih kecil. Namun, kebijakan alokasi anggaran tidak terbukti memediasi hubungan antara variabel-variabel keuangan dan kinerja anggaran daerah, yang menunjukkan perlunya perbaikan dalam penerapan kebijakan tersebut. Selain itu, ukuran DPRD tidak memoderasi hubungan antara variabel keuangan dan kinerja anggaran daerah, yang mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti kapasitas pengawasan, lebih berpengaruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pengelolaan SiLPA, dana transfer, dan varian anggaran, serta meningkatkan kebijakan alokasi anggaran dan pengawasan oleh DPRD untuk mendukung pengelolaan anggaran yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BUDGETING</topic>
 </subject>
 <classification>658.154</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169305</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-12 12:51:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-12 14:37:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>