<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169275">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI BEBERAPA METODE PENGENDALIAN GULMA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fathir Zahri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Pertanian-Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persaingan antara gulma dan tanaman kedelai (Glycine max L. Merril) dapat menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas beberapa metode pengendalian gulma terhadap karakteristik gulma pada tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pengelolaan Gulma, Departemen Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak Desember 2024 sampai dengan April 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial yang terdiri atas tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi tanpa penyiangan gulma, bebas gulma (penyiangan setiap 3 hari sekali), penyiangan gulma pada 21 dan 42 HST, herbisida metribuzin dengan dosis 1 kg b.a. ha-1, herbisida pendimethalin dengan dosis 1 kg b.a. ha-1, mulsa jerami padi 20 ton ha-1, mulsa eceng gondok 20 ton ha-1. Peubah yang diamati meliputi persentase pengendalian gulma, persentase penutupan gulma, spesies gulma, individu gulma dan bobot kering gulma, serta koefisien komunitas. Hasil menunjukkan bahwa herbisida metribuzin memberikan hasil paling efektif dalam menekan pertumbuhan gulma, ditandai dengan penurunan spesies, individu, dan bobot kering gulma, serta peningkatan persentase pengendalian. Beberapa metode pengendalian gulma juga menyebabkan perubahan komposisi komunitas gulma, dengan menekan populasi gulma Mecardonia procumbens dan menjadikan Cleome rutidosperma sebagai gulma yang dominan setelah olah tanah. Hasil ini menunjukkan bahwa herbisida  metribuzin dosis 1 kg b.a ha-1 dan mulsa jerami sebanyak 20 ton ha-1 merupakan metode  pengendalian gulma yang efektif dari beberapa metode pengendalian gulma pada tanaman  kedelai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WEEDS - CONTROL - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOYBEANS - FIELD CROP</topic>
 </subject>
 <classification>632.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169275</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-10 19:09:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-12 09:21:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>