<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169257">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TANAH WAKAF YANG TIDAK DIDAFTARKAN PADA KANTOR PERTANAHAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Ikhlasul Mufti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum / Prodi Kenotariatan (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PERLINDUNGAN HUKUM&#13;
TERHADAP TANAH WAKAF YANG TIDAK DIDAFTARKAN&#13;
PADA KANTOR PERTANAHAN&#13;
Teuku Ikhlasul Mufti&#13;
&#13;
Ilyas&#13;
*&#13;
**&#13;
&#13;
Adwani&#13;
***&#13;
&#13;
 &#13;
ABSTRAK&#13;
Pasal 32 UU Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf “PPAIW atas nama &#13;
Nazhir mendaftarkan harta benda wakaf kepada Instansi yang berwenang paling&#13;
lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak akta ikrar wakaf ditandatangani”. Kenyataanya&#13;
masih banyak tanah wakaf yang belum didaftarkan ke Badan Pertanahan Nasional&#13;
menyebabkan tidak adanya kepastian hukum dan lemahnya perlindungan hukum&#13;
terhadap tanah wakaf di Indonesia.   &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kepastian hukum &#13;
terhadap tanah wakaf yang belum didaftarkan pada kantor pertanahan nasional, &#13;
mengkaji dan menganalisis perlindungan hukum terhadap tanah wakaf yang belum&#13;
didaftarkan pada kantor pertanahan.  &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, dengan menggunakan &#13;
pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan kasus (case&#13;
approach) dan pendekatan perbandingan ( comparative approach) Sumber bahan&#13;
hukum dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier.&#13;
 &#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa kepastian hukum terhadap tanah wakaf &#13;
yang tidak didaftarkan pada kantor pertanahan membuat status tanah wakaf tersebut&#13;
tidak jelas dan masih menjadi tanah atas hak milik sebelumnya, dikarenakan&#13;
pendaftaran tanah merupakan kewajiban administrasi yang harus dipenuhi untuk&#13;
memperoleh kepastian hukum yang diakui. Dengan tidak dilakukannya pendaftaran &#13;
ke Badan Pertanahan Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-&#13;
undangan membuat status tanah wakaf  belum terdaftar sebagai tanah aset wakaf.&#13;
Perlindungan hukum terhadap tanah wakaf yang tidak didaftarkan memiliki posisi&#13;
yang lemah dihadapan hukum, bentuk Perlindungan yang dapat dilakukan baik&#13;
perlindungan hukum secara preventif dan refrensif, perlindungan hukum secara&#13;
preventif  dilakukan dengan cara melakukan pendaftaran  ke badan pertanahan&#13;
nasional, melakukan permohonan isbat wakaf ke pengadilan agama/syariah dan&#13;
perlindungan hukum secara represif  dengan cara melakukan gugatan ke pengadilan&#13;
agama/syairah untuk memperoleh perlindungan hukum terhadap tanah yang terjadi&#13;
sengketa. &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 Disarankan kepada Kementrian Agama Republik Indonesia untuk membuat&#13;
regulasi yang mengatur terkait kewajiban terhadap nadhir disetiap desa untuk&#13;
melaporkan setiap minimal enam bulan sekali terkait praktik wakaf yang terjadi&#13;
disetiap desa yang masih melakukan praktif wakaf dibawah tangan, ini dilakukan&#13;
untuk mencatat semua tanah wakaf yang belum didaftarkan. Disarankan kepada &#13;
Badan Pertanahan Nasional supaya terus memberikan sosialisasi kepada&#13;
masyarakat khususnya nadhir terhadap pentingnya sertifikat sebagai bukti&#13;
kepemilikan yang sah dan juga pihak dari Badan Pertanahan Nasional bekerja sama&#13;
dengan Badan Wakaf Indonesia dan Juga Kantor Urusan Agama setempat dalam&#13;
mengupayakan setiap pencatatan terhadap tanah wakaf&#13;
  &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
  &#13;
  &#13;
   &#13;
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kepastian Hukum, Pendaftaran Tanah Wakaf,&#13;
Badan Pertanahan Nasional. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONSUMER PROTECTION - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>343.071</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-09 12:13:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 11:34:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>