POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA (STUDI PADA PERNIKAHAN PERIODE AWAL DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA (STUDI PADA PERNIKAHAN PERIODE AWAL DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

RABELA BR. SITEPU - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hamdani M. Syam - 197808162008011012 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2110102010092

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Menurut laporan Badan Statistik, jumlah kasus perceraian di Indonesia pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibandingkan 2021. Aceh termasuk ke dalam salah satunya, dengan faktor penting penyebabnya yaitu komunikasi. Dalam pernikahan sendiri terdapat fase periode awal pernikahan yang dikenal dengan masa kritis karna masih banyak penyesuaian yang harus dilakukan pasangan suami istri. Fase ini dinilai menjadi fondasi terciptanya hubungan yang awet, begitu sebaliknya jika tidak bisa melewatinya dengan baik pernikahan bisa menuju keretakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang bagaimana yang dapat menjaga keharmonisan keluarga terkhusus pada pernikahan periode awal, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan lima pasangan informan di Kota Banda Aceh dengan usia pernikahan 1-10 tahun dan dua informan ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi ideal untuk pasangan suami istri adalah pola komunikasi setara. Pola komunikasi setara memiliki ciri-ciri yaitu setiap individu membagi kesempatan komunikasi secara merata dan seimbang, peran yang dimainkan tiap orang dalam keluarga adalah sama, tiap orang dianggap sederajat dan setara kemampuannya, bebas mengemukakan ide-ide, opini, dan kepercayaan, komunikasi yang terjadi berjalan dengan jujur, terbuka, langsung, dan bebas dari pemisahan kekuasaan yang terjadi pada hubungan interpersona lainnya, serta tidak ada pemimpin dan pengikut, pemberi pendapat dan pencari pendapat, tiap orang memainkan peran yang sama. Sehingga pola komunikasi setara menjadikan pasangan suami istri tidak ada yang mendominasi satu sama lain berbagi peran satu sama lain, tidak membedakan gender, yang mana secara menyeluruh pasangan informan saling membantu menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengurus anak. Kemudian kebebasan dan keterbukaan satu sama lain dalam berkomunikasi yang bisa mendorong terjaganya keharmonisan keluarga.

According to a report by the Statistics Agency, the number of divorce cases in Indonesia in 2022 increased compared to 2021. Aceh is one of the regions where communication is a major contributing factor. In marriage itself, there is an initial phase known as the critical period because there are still many adjustments that need to be made by the husband and wife. This phase is considered the foundation for creating a lasting relationship; conversely, if it cannot be navigated well, the marriage may lead to breakdown. This study aims to analyze the communication patterns that can maintain family harmony, especially in early marriage, using a qualitative approach with descriptive methods, involving five informant couples in Banda Aceh with 1-10 years of marriage and two expert informants. The results of this study indicate that the ideal communication pattern for married couples is an equal communication pattern. Equal communication patterns have the following characteristics: each individual shares communication opportunities equally and fairly, the roles played by each person in the family are the same, each person is considered equal and has equal abilities, they are free to express ideas, opinions, and beliefs, communication occurs honestly, openly, directly, and free from power separation that occurs in other interpersonal relationships, and there are no leaders and followers, opinion givers and opinion seekers; each person plays the same role. Thus, an equal communication pattern means that neither spouse dominates the other; they share roles with each other, without gender distinctions, and the informants' spouses help each other with housework and childcare. Freedom and openness in communication with each other can promote family harmony.

Citation



    SERVICES DESK