<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169243">
 <titleInfo>
  <title>POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA (STUDI PADA PERNIKAHAN PERIODE AWAL DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RABELA BR. SITEPU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menurut laporan Badan Statistik, jumlah kasus perceraian di Indonesia pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibandingkan 2021. Aceh termasuk ke dalam salah satunya, dengan faktor penting penyebabnya yaitu komunikasi. Dalam pernikahan sendiri terdapat fase periode awal pernikahan yang dikenal dengan masa kritis karna masih banyak penyesuaian yang harus dilakukan pasangan suami istri. Fase ini dinilai menjadi fondasi terciptanya hubungan yang awet, begitu sebaliknya jika tidak bisa melewatinya dengan baik pernikahan bisa menuju keretakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang bagaimana yang dapat menjaga keharmonisan keluarga terkhusus pada pernikahan periode awal, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan lima pasangan informan di Kota Banda Aceh dengan usia pernikahan 1-10 tahun dan dua informan ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi ideal untuk pasangan suami istri adalah pola komunikasi setara. Pola komunikasi setara memiliki ciri-ciri yaitu setiap individu membagi kesempatan komunikasi secara merata dan seimbang, peran yang dimainkan tiap orang dalam keluarga adalah sama, tiap orang dianggap sederajat dan setara kemampuannya, bebas mengemukakan ide-ide, opini, dan kepercayaan, komunikasi yang terjadi berjalan dengan jujur, terbuka, langsung, dan bebas dari pemisahan kekuasaan yang terjadi pada hubungan interpersona lainnya, serta tidak ada pemimpin dan pengikut, pemberi pendapat dan pencari pendapat, tiap orang memainkan peran yang sama. Sehingga pola komunikasi setara menjadikan pasangan suami istri tidak ada yang mendominasi satu sama lain berbagi peran satu sama lain, tidak membedakan gender, yang mana secara menyeluruh pasangan informan saling membantu menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengurus anak. Kemudian kebebasan dan keterbukaan satu sama lain dalam berkomunikasi yang bisa mendorong terjaganya keharmonisan keluarga.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MARRIAGE</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169243</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-08 18:45:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-12 11:22:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>