<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169215">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI POLA SEDIMEN PADA LAHAN PERSAWAHAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI LAMGEU-EU, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irma Juliani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola lapisan sedimen pada lahan persawahan di Desa Lamgeu-Eu, Aceh Besar yang diduga merupakan bekas sungai mati (oxbow lake) menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR). Lokasi penelitian memiliki morfologi melengkung menyerupai meander sungai, yang secara geomorfologis mengindikasikan adanya aktivitas fluvial pada masa lalu. Metode GPR dipilih karena kemampuannya mendeteksi struktur bawah permukaan secara non-destruktif dengan resolusi tinggi. Akuisisi data dilakukan pada empat lintasan melintang menggunakan GPR IDS dengan antena berfrekuensi 80 MHz. Data yang diperoleh berupa radargram kemudian diolah menggunakan perangkat lunak GPRPy melalui tahapan set zero time, dewow, remove mean trace, gain, dan fk migration.&#13;
Hasil interpretasi radargram menunjukkan adanya pola refleksi bergelombang dan melengkung menyerupai palung pada kedalaman 2–5 meter, yang mengindikasikan keberadaan lapisan sedimen fluvial seperti lanau, lempung, dan pasir jenuh air. Nilai kecepatan gelombang berkisar antara 0,06–0,08 m/ns, mendukung dugaan bahwa media bawah permukaan didominasi oleh sedimen halus dengan kadar air tinggi. Pola sedimentasi yang terbentuk menyerupai pengisian endapan pada meander sungai memperkuat hipotesis bahwa lahan persawahan ini merupakan bagian dari sungai mati yang telah mengalami sedimentasi bertahap. Temuan ini penting sebagai dasar pengelolaan lahan secara berkelanjutan serta untuk pertimbangan pembangunan infrastruktur di atas lahan dengan kondisi geoteknik yang kurang stabil.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ground Penetrating Radar, sedimen, sungai mati, fluvial, radargram, Lamgeu-Eu&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND USE - AGRICULTURAL SURVEYS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LAND SURVEYS - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>526.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169215</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-08 15:50:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 12:23:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>