<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169069">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL. VARIETAS MIKI) SEBAGAI ANTIAGING:</title>
  <subTitle>STUDI IN SILICO DAN IN VITRO</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syadza Alya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Magister Sains BioMedis (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Penuaan kulit, yang ditandai dengan penurunan elastisitas, merupakan masalah dermatologis global. Penelitian ini mengeksplorasi potensi ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill) sebagai agen antiaging alami. Kaya akan antioksidan, biji alpukat diduga mampu menghambat degradasi elastin sehingga memperlambat proses penuaan kulit. Aktivitas antioksidan dan anti elastase dari ekstrak ini dievaluasi melalui pendekatan in silico dan in vitro. Metode: Ekstrak etanol biji alpukat dari Bener Meriah, Aceh, diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan uji DPPH, sementara aktivitas anti elastase diuji secara in silico melalui molecular docking terhadap enzim porcine pancreatic elastase (PPE) dan secara in vitro menggunakan substrat SANA. Hasil: Ekstrak etanol biji alpukat menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 47,31 ppm. Selain itu, ekstrak ini juga menunjukkan aktivitas anti elastase yang signifikan dengan nilai IC₅₀ sebesar 6,980 ppm secara in vitro. Dalam analisis in silico, senyawa Cholestan-3-ol, 2-methylene-, (3β,5α)- menunjukkan afinitas ikatan sebesar -8,0 kcal/mol, yang sebanding dengan ligan pembanding. Analisis fisikokimia menunjukkan Cholestan-3-ol, 2-methylene-, (3β,5α)- memiliki 1 pelanggaran aturan lipinksi, tidak menembus sawar darah otak, tidak diabsorbsi oleh gastrointestinal dan permeabilitas kulit yang baik. Kesimpulan: Ekstrak etanol biji alpukat memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta aktivitas anti elastase yang signifikan, sehingga berpotensi digunakan sebagai agen antiaging alami.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Antiaging, Persea americana Mill, porcine pancreatic elastase, in silico, in vitro&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIOXIDANTS - APPLIED NUTRITION</topic>
 </subject>
 <classification>613.286</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169069</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-07 11:59:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-15 15:34:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>