<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169053">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN  BATANG  HARI  PROPINSI  JAMBI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iskandar Noor</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persoalan utama yang akhir-akhir ini sering  dibahas baik  di tingkat pusat maupun pada tingkat daerah adalah persoalan yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi.   Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kunci 'keberhasilan kegiatan ekonomi masyarakat.   Selanjutnya pertumbuhan ekonomi daerah secara umum dapat dikatakan merupakan hasil kombinasi antara kebijaksanaan pusat dan kebijaksanaan daerah di satu pihak,   serta  sumber  daya;  yang dimiliki daerah  yang bersangkutan  di  lain pihak.   Oleh karena itu,  dalam mencapai pertumbuhan,  daerah harus melihat ke arah dua buah sasaran pokok.  Pertama,  sasaran umum yang mirip dengan kebijaksanaan pada tingkat nasional.    Kedua melihat kepada perincian dari sasaran pertama  yang memperhitungkan  unsur    spatial ke dalam perekonomian.     Dari  sasaran kedua  inilah masalah regional menjadi  lebih menarik&#13;
untuk dibahas dan dikaji.   &#13;
Penelitian  ini  mencoba membahas tentang pertumbuhan  ekonomi di&#13;
Kabupaten Batang Hari Propinsi Jambi,  selama dua Pelita,  yaitu Pelita IV&#13;
(1984-1988)  dan Pelita V (1989-1993).    Masalah yang diteliti adalah tentang&#13;
posisi dan/atau potensi relatif sektor-sektor ekonomi Kabupaten Batang Hari selama dua Pelita tersebut.    Kemudian tentang pola  dan faktor-faktor  yang menjadi penentu pertumbuhan.   Dari hasil perhitungan LQ diperoleh gambar an bahwa untuk sektor ekonomi Kabupaten Batang Hari yang relatif potensial adalah sektor pertanian,  pertambangan dan penggalian,   industri pengolahan &#13;
serta sektor sewa rumah.   1    Nilai LQ untuk keempat  sektor ekonomi ini telah melebihi angka satu.    Hasil perhitungan Shift  Share  memperlihatkan bahwa selama dua periode observasi (Pelita IV dan V),  faktor Regional Share  atau komponen pertumbuhan propinsi  (N..)  lebih dominan berpengaruh  terhadap pertumbuhan  dari  pada  Regional    Shift     yang  meliputi  unsur  komponen-komponen Industry Mix (M,),  kompetitave position (S.)  dan allocation effect (A,).    Hal ini ditandai oleh nilai N..  yang lebih besar dari jumlah  nilai M.. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC GROWTH</topic>
 </subject>
 <classification>338.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169053</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-07 11:18:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-07 12:04:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>