<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168977">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN APLIKASI COMPUTER-BASED TEST (CBT) DENGAN PENAMBAHAN FITUR PENGAWASAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEBRTC</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridha Arlian Alhaqie</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Computer-based Test (CBT) merupakan metode ujian yang menggunakan media komputer secara daring sebagai pelaksanaannya. Pelaksanaan ujian yang dilakukan secara daring dan tanpa pengawasan secara tatap muka berpotensi memberikan peluang kepada peserta ujian untuk menggunakan catatan pribadi, mencari jawaban melalui internet, hingga berkolaborasi dengan orang lain atau sesama peserta melalui platform komunikasi daring. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengembangkan fitur pengawasan menggunakan teknologi WebRTC dengan arsitektur Selective Forwarding Unit (SFU). Arsitektur SFU akan digunakan sebagai server media yang akan mengirimkan data dari peserta ke pengawas maupun sebaliknya tanpa mencampur data, sehingga akan mengurangi penggunaan CPU dan bandwidth. Penelitian ini menggunakan metode incremental dalam pengembangan, serta dilakukan pengujian fungsionalitas dan pengujian terhadap kualitas jaringan. Pengujian fungsionalitas dilakukan menggunakan metode Black-box untuk memastikan bahwa fitur pengawasan berjalan sesuai fungsi. Hasil pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa seluruh fitur pengawasan berhasil berjalan dengan baik dan benar. Pengujian kualitas jaringan dilakukan menggunakan metode Quality of Service (QoS) dengan parameter latency, jitter, packet loss, dan throughput. Pengujian QoS dilakukan dalam dua kondisi, sebelum fitur pengawasan ditambahkan dan sesudah fitur pengawasan ditambahkan pada aplikasi. Sebelum fitur ditambahkan didapat bahwa rata-rata latency sebesar 49,00 ms, rata-rata jitter sebesar 178,26 ms, rata-rata packet loss sebesar 0,6%, dan rata-rata throughput sebesar 516 Kbps. Setelah fitur pengawasan ditambahkan, didapat bahwa rata-rata latency sebesar 49,20 ms, rata-rata jitter sebesar 153,72 ms, rata-rata packet loss sebesar 3%, dan rata-rata throughput sebesar 204 Kbps. Penurunan kualitas jaringan yang terjadi setelah ditambahkan fitur pengawasan ke dalam aplikasi tidak menyebabkan fitur pengawasan tidak bisa digunakan, tetapi hanya menyebabkan penurunan kualitas video real-time yang akan ditampilkan kepada pengawas saat ujian berlangsung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPUTER PROGRAMS</topic>
 </subject>
 <classification>005.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-05 21:38:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-06 10:16:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>