ANALISIS PROFIL KETIMPANGAN EKONOMI: KASUS DESA KRUENG LAMKAREUNG KECAMATAN INDRAPURI ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PROFIL KETIMPANGAN EKONOMI: KASUS DESA KRUENG LAMKAREUNG KECAMATAN INDRAPURI ACEH BESAR


Pengarang

Yuda Baton Nisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abd. Jamal - 196612312000031003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2001101010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

330.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Judul : Analisis Profil Ketimpangan Ekonomi: Kasus Desa
Krueng Lamkareung Kecamatan Indrapuri
Aceh Besar
Nama : Yuda Baton Nisa
NIM : 2001101010032
Fakultas/ jurusan : Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi pembangunan
Pembimbing : Prof.Dr.Abd Jamal,S.E.,M.Si
Konsentrasi : Ekonomi RegionaL
Desa Krueng Lamkareung di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar
merupakan salah satu desa yang memiliki ketimpangan pembangunan ditinjau
dari sisi ekonomi. Ketimpangan ini ditandai oleh dominasi sektor pertanian
tradisional yang berproduktivitas rendah, keterbatasan infrastruktur, serta
minimnya akses masyarakat terhadap pendidikan, modal usaha, dan lapangan
kerja yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor
penyebab ketimpangan ekonomi dan menganalisis dampaknya terhadap
masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi,
serta analisis data mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini
menujukkan bahwa ketimpangan ekonomi di Desa Krueng Lamkareng disebabkan
oleh beberapa faktor, yaitu keterbatasan infrastruktur desa yang menghambat
aktivitas ekonomi masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan yang membatasi
akses terhadap pekerjaan formal, serta terbatasnya lapangan kerja di dalam desa.
Selain itu, dominasi kepemilikan lahan oleh segelintir warga dan ketergantungan
masyarakat pada sektor pertanian yang tidak produktif juga turut berkonstribusi
kesenjangan ekonomi. Keterbatasan modal usaha dan minimnya dukungan
pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat semakin memperlebar
jurang kesejahteraan antar kelompok. Kemudian, dampak dari ketimpangan
ekonomi adalah kesulitan meningkatkan pendapatan, terbatasnya akses terhadap
layanan dasar, serta rendahnya kesempatan ekonomi yang merata. Ketimpangan
ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada struktur sosial
dan relasi antar kelompok di masyarakat desa.
Kata Kunci: Ketimpangan, Ekonomi, Kemiskinan, Desa Krueng Lamkareng

ABSTRACT Title : Analysis of the Economic Inequality Profile: The Case of Krueng Lamkareung Village, Indrapuri Subdistrict, Aceh Besar Name : Yuda Baton Nisa Student ID : 2001101010032 Faculty/ Major : Business and Economic/ Development Economics Supervisor : Prof. Dr. Abd Jamal, S.E., M.Si Concentration : Ekonomi Regional Krueng Lamkareung Village, located in Indrapuri Subdistrict, Aceh Besar Regency, is one of the villages experiencing development disparity in terms of its economy. This inequality is marked by the dominance of low-productivity traditional agricultural sectors, limited infrastructure, and minimal public access to education, business capital, and decent employment opportunities. This study aims to identify the contributing factors to economic disparity and analyze its impacts on the local community. The method used is a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation, while data analysis follows the Miles and Huberman model. The findings show that economic disparity in Krueng Lamkareng Village is caused by several factors: inadequate village infrastructure hindering economic activity, low levels of education limiting access to formal employment, and a lack of job opportunities within the village. Additionally, the concentration of land ownership among a few residents and the community’s reliance on unproductive agriculture contribute to economic inequality. Limited business capital and minimal government support in community economic empowerment further widen the welfare gap among groups. The impacts of this economic disparity include difficulties in increasing income, limited access to basic services, and unequal economic opportunities. This inequality affects not only the economic aspect but also the social structure and intergroup relations within the village community. Keywords: Disparity, Economy, Poverty, Krueng Lamkareng Village

Citation



    SERVICES DESK