RANCANG BANGUN ALAT PENGERING HYBRID TIPE RAK DENGAN SUMBER ENERGI MATAHARI DAN BIOMASSA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

RANCANG BANGUN ALAT PENGERING HYBRID TIPE RAK DENGAN SUMBER ENERGI MATAHARI DAN BIOMASSA


Pengarang

Zarida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105106010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Energi matahari merupakan salah satu energi alternatif dengan pemanfaatan yang tinggi disebabkan ketersedianya di daerah tropis tak terbatas. Energi radiasi dari matahari merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan guna menggantikan energi bahan bakar minyak. Alat pengering energi surya merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan energi yang dapat diperbaharui tersebut. Pengeringan sistem hybrid yang memanfaatkan energi surya dengan tambahan sumber energi lain (listrik, bahan bakar, dan lain-lain). Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengering hybrid yang bersumber energi dari panas matahari dan dari energi pembakaran biomassa dengan berbagai bahan pembakarannya serta dapat mengetahui bahan bakar apa yang baik digunakan dari ketiga biomassa pada proses pengeringan.
Tahap-tahap perancangan ini diawali dengan perancangan alat pengering hybrid, pembuatan alat pengering hybrid, dan pengujian alat pengering hybrid. Perancangan alat pengering hybrid menggunakan program autocad 2007, pembuatan alat dilakukan di Kecamatan Sibreh Aceh Besar dan dilakukan pengujian alat dengan menggunakan tiga sumber biomassa yaitu biomassa tempurung kelapa, sekam padi dan serbuk kayu, serta dilakukan analisis terhadap temperatur, kelembaban relatif, kecepatan udara, iradiasi surya, energi pembakaran bomassa dan kehilangan energi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur tertinggi pada ruang pengering, ruang pembakaran, dan cerobong pada percobaan 4. Temperatur ruang pengering yaitu pada rak 2B sebesar 52,6 °C, ruang pembakaran sebesar 109,55 °C, temperatur cerobong 57,35°C sedangkan untuk temperatur lingkungan didapatkan nilai tertinggi pada percobaan 1 yaitu sebesar 36,6 °C. Pada pengujian kelembaban relatif (RH) didapatkan RH tertinggi yaitu pada percobaan 1 pada ruang pengering sebesar 72,4 % pada pukul 17.00 WIB dan RH lingkungan sebesar 67,05 %. Pada pengujian iradiasi surya didapatkan nilai iradiasi surya tertinggi yaitu pada percobaan 1 pada pukul 13.00 WIB sebesar 398 W/m2. Pada pengujian kecepatan udara didapatkan nilai kecepatan udara tertinggi lingkungan yaitu pada percobaan 1 pada pukul 17.00 WIB sebesar 1,7 m/s. Sedangkan kecepatan udara ruang pengering semua sama yaitu sebesar 0,1 m/s. Perhitungan iradiasi surya harian didapatkan nilai tertinggi yaitu pada percobaan 2 sebesar 7526 W.jam/m2. Perhitungan energi pembakaran tertinggi pada percobaan 2 sebesar 336 MJ dan pengukuran kehilangan energi didapatkan pada percobaan 3 sebesar 224 kJ.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK