PELATIHAN GURU PEMANDU MATA PELAJARAN PADA GUGUS SEKOLAH (SATU PENELITIAN PADA GUGUS SD DALAM WILAYAH KERJA DINAS P DAN K KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE ) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PELATIHAN GURU PEMANDU MATA PELAJARAN PADA GUGUS SEKOLAH (SATU PENELITIAN PADA GUGUS SD DALAM WILAYAH KERJA DINAS P DAN K KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE )


Pengarang

Nasir Sarong - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0392050039

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Manajemen Pendidikan (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : prog.studi magister manajemen pendidikan., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.207

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Guru pemandu mata peiajaran sebagai salah satu bagian dari system pembinaan professional, berkedudukan digugus sekolah dengan tugas selain mengajar juga membantu guru-guru lainnya yang berada digugus tersebut dalam menciptakan proses pembelajaran agar lebih kondusif bagi anak dalam belajar. Pelatihan guru pemandu mata pelajaran baru diarahkan pada mata-mata pelajaran yang UAS kan yaitu meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Perencanaan pelatihan guru pemandu mata pelajaran, pelaksanaan pelatihan guru pemandu mata pelajaran, evaluasi keberhasilan pelatihan guru pemanu mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana yang tujuannya untuk menjalin kedekatan dengan subjek penelitian yang diharapkan akan memperoleh basil yang bersifat kualitas, dimana dengan pendekatan tersebut peneliti sendiri yang akan menjadi instrument. Pelatihan guru pemandu mata pelajaran mempunyai mekanisme perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan pada tingkat gugus sekolah dan hasilnya diterapkan pada tingkat gugus, kemudian dampaknya dinyatakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Pada tingkat pelaksanaan pelatihan disimpulkan bahwa mekanisme pembelajaran lebih cenderung berorientasi pada penyampaian informasi semata dari pada pembagian pengalaman dari instruktur dan lebih dominan sebagai penguasaan materi dan guru pemandu mata pelajaran sebagai penerima materi. Pembelajaran yang bersifat andragogik kurang berkembang. Pada tingkat evaluasi pelatihan bersifat informative dari pada diagnostik. Evaluasi proses maupun post-test dapat mengungkapkan kemajuan-kemajuan yang diperoleh selama pelatihan tetapi tidak dijadikan dasar untuk mendiagnosa kelemahan-kelemahan yang terjadi selama pelatihan.

Kata Kunci : Pelatihan, Guru Pemandu

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK