Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI FUNGSIONAL KOLEKTOR SURYA PLAT DATAR DENGAN MENGGUNAKAN LILIN SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN PANAS
Pengarang
Nelly Safriani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1105106010033
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Panas matahari walaupun kita gunakan secara terus menerus tidak akan pernah habis dan dapat kita manfaatkan tanpa memerlukan harga yang mahal. Untuk bisa mendapatkan manfaat lebih dari energi surya ini yang nantinya dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari, maka dibutuhkan suatu alat penyerap panas yang bisa menyimpan panas dalam waktu yang lama. Alat ini biasanya disebut kolektor surya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja kolektor surya plat datar dengan menggunakan lilin sebagai media penyimpan panas laten.
Penelitian uji fungsional kolektor surya plat datar dilakukan selama 6 hari. Pengujian kolektor surya dilakukan dengan dua kolektor surya selama 9 jam dan semua pengukuran dilakukan dengan rentang waktu 30 menit dengan menggunakan lilin sebagai media penyimpan panas. Pengujian dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB dengan metode pengujian sebagai berikut, yaitu menyiapkan kolektor surya, menyiapkan alat ukur, mengukur perubahan suhu yang terjadi pada plat kolektor, udara absorber, pipa, suhu output, suhu kaca dan suhu lingkungan, mengukur iradiasi surya yang terjadi dan mengamati cuaca dan mengukur kecepatan udara.
Hasil penelitian selama 6 hari dapat diketahui bahwa kinerja kolektor surya sudah bekerja maksimal dengan penggunaan lilin sebagai panas laten. Dikatakan sudah maksimal karena pada saat iradiasi matahari rendah, suhu di dalam ruang absorber masih tinggi. Ini dikarenakan lilin dapat menyerap panas disaat iradiasi matahari sedang tinggi dan melepaskan panas saat iradiasi rendah. Ketika menyerap panas, lilin akan mencair dan ketika lilin melepaskan panas, lilin akan membeku. Jadi, panas yang dilepaskan dari lilin disaat iradiasi rendah dapat menjaga suhu di dalam ruang absorber agar tetap stabil. Kelebihan dari kolektor surya ini selain adanya media penyimpan panas, kolektor ini juga tidak memerlukan listrik sehingga lebih ekonomis dan udara diruang absorber dipanaskan melalui proses konveksi secara alamiah. Udara dengan suhu tinggi ini kemudian dialirkan keluar kolektor untuk dimanfaatkan pada proses-proses yang memerlukan udara panas, misalnya untuk pengeringan produk pertanian. Suhu tertinggi dari ruang absorber pada kolektor 1 yaitu 45oC dan suhu tertinggi ruang absorber pada kolektor 2 yaitu 43oC. Sedangkan suhu output tertinggi pada kolektor 1 yaitu 46oC dan suhu output tertinggi pada kolektor 2 yaitu 46,5oC. Energi maksimal yang mampu diserap oleh plat kolektor adalah sebesar 101187,21 kJ dan energi berguna tertinggi yang dihasilkan kolektor surya plat datar yaitu 2,725 kJ. Energi yang berguna pada kolektor dan suhu output yang dihasilkan kolektor surya plat datar dapat digunakan untuk pengeringan biji kopi, cabai dan jahe
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI PERFORMANSI KOLEKTOR SURYA PLAT DATAR DENGAN MENGGUNAKAN KENDAL (LEMAK SAPI) DAN PARAFIN SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN PANAS (Fahrurrazi, 2014)
KAJI DISTRIBUSI TEMPERATUR LEMARI PENGERING DENGAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA YANG MENGGUNAKAN TIGA BENTUK PLAT KOLEKTOR (FAHMI RAHMATNA, 2024)
PENGARUH VARIASI BENTUK PLAT TERHADAP PERFORMANSI SOLAR WATER HEATER (Teuku Syahrul, 2018)
UNJUK KERJA KOLEKTOR PEMANAS AIR SURYA PLAT ABSORBER BENTUK GELOMBANG (Muhammad Riza, 2024)
KAJI EKSPERIMENTAL KOLEKTOR SURYA DILENGKAPI MATERIAL PENYIMPAN ENERGI PANAS (T.M. INDRA RIAYATSYAH, 2014)