<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16875">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI IRIGASI DEFISIT MENGGUNAKAN SISTEM IRIGASI TETES PADA TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firnanda Milza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Terbatasnya ketersediaan air tentu menjadi suatu kendala dalam sektor pertanian. Oleh karena itu sudah saatnya manusia menyadari pentingnya untuk menghemat atau menggunakan air seperlunya saja. Salah satu teknologi pemberian air irigasi pada tanaman yang dapat menghemat air adalah teknologi irigasi tetes (drip irrigation). Dengan menggunakan sistem irigasi tetes, irigasi defisit dapat digunakan. Irigasi defisit diharapkan dapat lebih menekan jumlah pemakaian air untuk tanaman. selain menekan jumlah konsumsi air tanaman, irigasi defisit juga dapat mengurangi resiko penyakit akibat jamur pada tanaman karena jumlah air yang diberikan tidak akan berlebih dari jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan irigasi defisit terhadap hasil produksi tanaman mentimun (Cucumis Sativus. L).&#13;
Metode pada penelitian ini meliputi pengujian debit emitter, penghitungan tingkat keseragaman emisi (emission uniformity), perhitungan ETo menggunakan persamaan FAO Penman-Monteith, penentuan kebutuhan air tananaman atau ETc dan perhitungan hasil produksi tanaman penelitian serta pengujian tingkat pengaruh perlakuan terhadap hasil produksi tanaman mentimun menggunakan analisis statistik (ANOVA).&#13;
Hasil produksi tanaman mentimun tidak menunjukan  perbedaan yang nyata dari setiap perlakuannya. Dimana hasil produksi pada tanaman mentimun pada tingkat defisit d1 (60%), d2 (40%), d3 (20%) dan d4 (0%  atau irigasi penuh) berturut-turut adalah 0.216, 0.272, 0.221 dan 0.236 (dalam Kg). Pada penelitian ini tingkatan irigasi defisit yang diterapkan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi tanaman mentimun. Hal ini ditunjukkan dengan pengujian statistik dimana hasil yang didapat adalah Fhitung = 1.229 &lt; F0.05,4,20 = 3.24 dan Sig = 0.332 &gt; ? = 0.05, maka kesimpulannya belum cukup bukti untuk menolak Ho. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengurangan jumlah volume irigasi sampai dengan 60% dari kebutuhan pokok masih dapat diterapkan pada tanaman mentimun di daerah Banda Aceh.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>16875</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-13 12:20:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-13 14:47:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>