Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN DEBIT LIMPASAN MENGGUNAKAN MODEL LUMPED DAN DISTRIBUTED PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI PERBANDINGAN DEBIT LIMPASAN MENGGUNAKAN MODEL LUMPED DAN DISTRIBUTED PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI
Pengarang
Alfandias Saurena - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0904101010023
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Debit limpasan merupakan salah satu parameter dalam siklus hidrologi. Debit limpasan dipengaruhi oleh faktor meteorologis dan geologis daerah aliran sungai (DAS). Model hidrologi yang sering digunakan untuk menghitung debit limpasan adalah model lumped (menyatu). Model ini menganggap faktor yang berpengaruh, kejadiannya merata dalam DAS. Model ini menghasilkan output (keluaran) tanpa memperhatikan perbedaan parameter pada DAS. Model distributed (menyebar) dikembangkan untuk memperhatikan variabilitas parameter pada DAS. Penelitian ini melakukan perhitungan debit limpasan dengan model lumped dan distributed. Perhitungan dengan menggunakan kedua model tersebut dimungkinkan memberikan hasil debit limpasan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan perhitungan debit limpasan antara kedua model tersebut. Perhitungan dilakukan dengan metode rasional yaitu dengan memperhitungkan parameter intensitas hujan, luasan DAS, dan koefisien limpasan pada DAS. DAS yang dipilih adalah DAS Aek Sarudik yang terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Parameter yang bervariasi pada perhitungan dengan model lumped, dibuat seragam dengan cara merata-ratakannya secara proporsional dalam DAS. Perhitungan dengan model distributed membagi areal pada DAS menjadi areal yang lebih kecil. Setiap areal memiliki nilai parameter tersendiri. Perhitungan dilakukan pada setiap areal di dalam DAS. Debit limpasan setiap areal digabungkan dengan areal yang lain dimulai dari hulu menuju ke hilir sesuai dengan arah alirannya sehingga mencapai debit puncak limpasan. Hasil perhitungan debit limpasan model lumped adalah 9,71 m3/det. Debit limpasan tersebut sedikit berbeda dari hasil perhitungan debit limpasan model distributed yaitu 9,27 m3/det. Berdasarkan hasil perhitungan penggunaan model lumped dalam perhitungan terbatas digunakan untuk menganalisis debit puncak pada satu titik tinjauan (outlet) saja. Analisis debit pada titik lainnya memerlukan perhitungan ulang. Model distributed lebih baik digunakan jika terjadi perubahan tata guna lahan DAS karena model tersebut dapat menganalisis debit limpasan secara spasial dan temporal pada DAS.
Kata kunci : debit limpasan, metode rasional, model lumped dan model distributed
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERHITUNGAN LIMPASAN PERMUKAAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI DENGAN METODE TEORITIS DAN HIDROSPASIALRN(STUDI KASUS: DAS IDI RAYEUK, ACEH TIMUR) (LAILATUL RAHMI, 2025)
PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP HIDROGRAF BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASE KABUPATEN ACEH UTARA (RAHMAWATI, 2019)
STUDI MODEL DETERMINISTIK HUJAN-LIMPASAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG JREU ACEH BESAR (Syaiful Halim, 2025)
ANALISA CURAH HUJAN-LIMPASAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG BARO DENGAN MENGGUNAKAN METODERNMODEL TANGKI (Asyari, 2025)
ANALISIS KETERKAITAN ANTARA LIMPASAN PERMUKAAN DAN DEBIT SUNGAI PADA KONDISI HUJAN EKSTREM MENGGUNAKAN PEMODELAN HIDRODINAMIS DI DAS KRUENG ACEH (Cut Salwa Salsabila, 2026)