STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT SUKU JAMEE DI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT SUKU JAMEE DI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

Riski Amanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Djufri - 196311111989031001 - Dosen Pembimbing I
Wardiah - 198011062006042003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106103010019

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

581.634

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Riski Amanda, (2025). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat pada Masyarakat Suku Jamee di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Djufri, M.Si. dan Wardiah, S.Pd., M.Bio.

Masyarakat Suku Jamee masih menggunakan tumbuhan dalam pengobatan penyakit secara tradisional. Tujuan penelitian untuk mengetahui spesies tumbuhan, bagian yang digunakan, cara meracik dan cara penggunaan serta untuk mengetahui khasiat dari tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Jamee di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Populasi penelitian seluruh masyarakat Kecamatan Susoh, sedangkan sampel penelitian dipilih secara Purposive Sampling yang berjumlah 60 responden yang terdiri dari 3 tabib dan 1 tokoh adat. Metode penelitian yang digunakan survei, wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 108 spesies tumbuhan yang dijadikan sebagai obat dari 51 familia. Bagian tumbuhan yang digunakan hampir seluruh dari bagian tumbuhan digunakan sebagai obat oleh masyarakat suku Jamee. Cara meracik tumbuhan obat dilakukan dengan berbagai metode. Penggunaan tumbuhan obat dikalangan masyarakat suku Jamee dilakukan dengan cara yang bervariasi. Khasiat dari penggunaan tumbuhan sebagai obat dikalangan masyarakat suku Jamee terbukti dapat mengobati beragam jenis penyakit yang diderita masyarakat. Disimpulkan bahwa familia yang paling banyak digunakan sebagai tumbuhan obat antara lain; Poaceae, Lamiaceae, Zingiberaceae, Malvaceae, Fabaceae, dan Asteraceae, piperaceae, Apiaceae, Arecaceae, Liliaceae dan familia dari spesies tumbuhan obat lainnya. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat antara lain; akar, batang, kulit batang, kulit buah, daun, bunga, buah, biji, rimpang, umbi, dan getah. Cara meracik yang dominan dilakukan dengan cara direbus, ditumbuk, digiling, dikunyah, dibakar, dijemur, diperas, dipatahkan, dikukur dan direndam. Cara penggunaan tumbuhan obat paling sering digunakan dengan cara diminum, dioleskan, ditempelkan, dimakan langsung, dilampok, dibalutkan dan diteteskan. Khasiat tumbuhan obat yang paling banyak dirasakan antara lain; mengobati penyakit tidak menular, penyakit menular, mengobati penyakit (kuratif), gangguan pencernaan, meningkatkan kesehatan reproduksi dan meningkatkan energi dan stamina.

Kata kunci: Etnobotani, Khasiat, Racikan Obat, Suku jamee, Tumbuhan Obat

Riski Amanda, (2025). Ethnobotanical Study of Medicinal Plants in the Jamee Tribe Community in Susoh District, Southwest Aceh Regency. [Script. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Prof. Dr. Djufri, M.Si. and Wardiah, S.Pd., M.Bio. The Jamee Tribe still uses plants in traditional medicine. The purpose of this study was to determine the species of plants, the parts used, how to mix and how to use them, and to determine the efficacy of medicinal plants used by the Jamee Tribe in Susoh District, Southwest Aceh Regency. The population of this study was the entire community of Susoh District, while the research sample was selected using Purposive Sampling, totaling 60 respondents consisting of healers and traditional leaders. The research methods used were surveys, interviews and observations. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. The results of the study found 108 species of plants used as medicine from 51 families. The parts of the plant used include; roots, stems, bark, leaves, flowers, fruits, fruit skins, seeds, rhizomes, tubers, and sap. The way to mix medicinal plants is by boiling, pounding, grinding, chewing, burning, drying, squeezing, breaking, crushing, measuring and soaking. The way to use medicinal plants is by drinking, applying, sticking, eating directly, applying a patch, wrapping and dripping. The efficacy of plants used by the community can be categorized into the treatment of non-communicable diseases, infectious diseases, treating diseases (curative), digestive disorders, improving reproductive health and increasing energy and stamina. Referring to the research findings, it can be concluded that the families that are most widely used as medicinal plants include; Poaceae, Lamiaceae, Zingiberaceae, Malvaceae, Fabaceae, and Asteraceae. The parts of the plant that are most widely used as medicine are the leaves, fruits and stems. The dominant way of mixing is by kneading, grinding and boiling, the most common way of using medicinal plants is by drinking, applying and sticking. The benefits of medicinal plants that are most widely felt include; treating non-communicable diseases, curing diseases (curative), digestive disorders and infectious diseases. Keywords: Ethnobotany, Benefits, concoct medicine, Jamee Tribe, Medicinal Plants

Citation



    SERVICES DESK