ANALISIS PENERIMAAN PAJAK DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PENERIMAAN PAJAK DI INDONESIA


Pengarang

M. Tarmizi Ismail - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

96120017

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 1998

Bahasa

Indonesia

No Classification

336.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mempunyai tiga tujuan. Tujuan tersebut adalah; (i) untuk mengetahui sumber-sumber pajak yang dominan terhadap penerimaan pajak
; (ii) untuk mengetahui respon penerimaan pajak terhadap pertumbuhan
ekonomi ; (iii) untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor pendapatan masyarakat, perubahan struktur ekonomi, keterbukaan ekonomi, monetisasi
ekonomi dan kebijaksanaan reformasi pajak terhadap penerimaan pajak di
Indonesia.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder rangkaian masa dari tahun 1970 sampai dengan 1996 dalam kwartalan. Data tersebut dianalisis dengan model linier dinamis, yaitu model penyesuaian parsial (PAM) dan model koreksi kesalahan (ECM). Sedangkan untuk mengetahui sumber pajak yang dominan digunakan model yang dikembangkan oleh Simon Kuznets (1967) yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia.
Temuan dalam penelitian ini adalah, pertama ,bahwa Pajak
Penghasilan (PPh) dominan atau memberikan sumbangan terbesar terhadap total penerimaan pajak di Indonesia, dengan kontribusi rata-rata sebesar
39,40 persen per tahun, pertambahan rata-rata sebesar Rp. 874, 636 miliar per tahun dan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 90,49 persen per tahun. Kedua, besaran koefisien Tax Bouyancy jangka pendek adalah sebesar
0,26039, sedangkan koefisien jangka panjangnya adalah sebesar 3,9589. Artinya, peningkatan 1 persen pertumbuhan ekonomi (PDB) akan meningkatkan 0,26039 persen penerimaan pajak dalam jangka pendek dan
3,9589 persen dalam jangka panjang. Ketiga, faktor-faktor pendapatan
masyarakat, perubahan struktur ekonomi, keterbukaan ekonomi, monetisasi ekonomi dan kebijaksanaan reformasi pajak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak di Indonesia.
lmplikasi dari penelitian ini bahwa reformasi pajak, perlu dilakukan terus menerus sejalan dengan perubahan kondisi ekonomi yang selalu bergerak dinamis, sehingga memberi dukungan yang kondusif bagi kinerja ekonomi makro.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK