<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168657">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thosya Yuniara Islami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kekerasan seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas merupakan isu yang sering kali kurang mendapatkan perhatian dalam wacana publik dan regulasi, termasuk di Kota Banda Aceh yang menerapkan syariat Islam. Perempuan disabilitas menghadapi kerentanan ganda (sebagai perempuan dan penyandang disabilitas) yang menyebabkan mereka kesulitan memperoleh keadilan dan perlindungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas serta implementasinya di Banda Aceh. Dengan menggunakan teori interseksionalitas Kimberlé Crenshaw, penelitian ini menganalisis hambatan struktural, politik, dan representasional yang dihadapi korban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Temuan menunjukkan bahwa meskipun regulasi nasional dan lokal seperti UU Penyandang Disabilitas, UU TPKS, PP Akomodasi yang Layak untuk Penyandang Disabilitas dalam Proses Peradilan, dan Qanun Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas telah mengatur perlindungan korban, aparat penegak hukum di Banda Aceh masih dominan merujuk pada Qanun Jinayat yang tidak mengakomodasi kebutuhan khusus korban disabilitas. Akibatnya, proses hukum tidak ramah korban, kesaksian korban sering diragukan, serta akses terhadap pendampingan hukum dan psikologis sangat terbatas. Saran penelitian ini, perlu adanya integrasi perspektif interseksionalitas dalam sistem hukum lokal, pelatihan aparat tentang kerentanan ganda, serta edukasi publik yang berpihak pada korban guna membangun ekosistem yang adil, inklusif, dan empatik terhadap perempuan penyandang disabilitas.&#13;
Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Perempuan Disabilitas, Interseksionalitas, Qanun Jinayat, Banda Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VIOLENCE CRIMES - PREVENTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISABILITY (LAW)</topic>
 </subject>
 <classification>364.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168657</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-29 12:21:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-26 15:30:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>