PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN BRAND EQUITY DESA WISATA LUBUK SUKON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN BRAND EQUITY DESA WISATA LUBUK SUKON


Pengarang

APRIZALMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rahmawati - 196209022000122003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810102010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.23

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran dapat meningkatkan brand equity Desa Wisata Lubuk Sukon. Di era digital saat ini, media sosial menjadi alat yang efektif dalam strategi pemasaran destinasi wisata, termasuk desa wisata yang mengandalkan kearifan lokal dan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama. Instagram dipilih sebagai objek kajian karena merupakan platform visual yang populer dan interaktif, memungkinkan pengelola desa untuk membangun citra merek yang kuat, memperluas jangkauan promosi, dan menjalin komunikasi dua arah dengan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola akun Instagram Desa Wisata Lubuk Sukon, ketua Pokdarwis, serta dua orang wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dimanfaatkan secara strategis oleh pengelola desa melalui berbagai fitur seperti feed, stories, reels, dan direct message (DM). Strategi yang diterapkan mengacu pada delapan bauran komunikasi dalam teori Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), seperti promosi penjualan, publisitas, pemasaran interaktif, hingga word of mouth digital. Penggunaan Instagram terbukti mampu meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), memperkuat asosiasi merek dengan nilai budaya lokal, membentuk persepsi kualitas destinasi, serta menumbuhkan loyalitas wisatawan terhadap Desa Wisata Lubuk Sukon. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Instagram merupakan media yang efektif dalam membangun brand equity desa wisata. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pengelola desa wisata lainnya dalam mengoptimalkan media sosial sebagai alat promosi berbasis budaya dan komunitas.
Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Instagram, Media Sosial, Brand Equity, Desa Wisata, Lubuk Sukon

This study aims to analyze how Instagram is used as a marketing communication medium to enhance the brand equity of Lubuk Sukon Tourism Village. In today’s digital era, social media has become an effective tool in tourism destination marketing strategies, especially for tourism villages that rely on local wisdom and cultural richness as their main attractions. Instagram was chosen as the object of study because it is a popular and interactive visual platform, enabling village managers to build strong brand images, expand promotional reach, and establish two-way communication with tourists. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The informants include the Instagram account manager of Lubuk Sukon Tourism Village, the head of the tourism awareness group (Pokdarwis), and two visiting tourists. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Instagram is strategically utilized through various features such as feed posts, stories, reels, and direct messages (DM). The strategies implemented refer to the eight communication mix elements of the Integrated Marketing Communication (IMC) theory, including sales promotion, publicity, interactive marketing, and digital word of mouth. Instagram usage has proven effective in increasing brand awareness, strengthening brand associations with local cultural values, shaping perceived destination quality, and fostering tourist loyalty toward Lubuk Sukon Tourism Village. Therefore, this study affirms that Instagram is an effective medium for building brand equity in tourism villages. The findings are expected to serve as a strategic reference for other tourism village managers in optimizing social media as a culturally and community-based promotional tool. Keywords: Marketing Communication, Instagram, Social Media, Brand Equity, Tourism Village, Lubuk Sukon

Citation



    SERVICES DESK