<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168599">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN BRAND EQUITY DESA WISATA LUBUK SUKON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>APRIZALMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran dapat meningkatkan brand equity Desa Wisata Lubuk Sukon. Di era digital saat ini, media sosial menjadi alat yang efektif dalam strategi pemasaran destinasi wisata, termasuk desa wisata yang mengandalkan kearifan lokal dan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama. Instagram dipilih sebagai objek kajian karena merupakan platform visual yang populer dan interaktif, memungkinkan pengelola desa untuk membangun citra merek yang kuat, memperluas jangkauan promosi, dan menjalin komunikasi dua arah dengan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola akun Instagram Desa Wisata Lubuk Sukon, ketua Pokdarwis, serta dua orang wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dimanfaatkan secara strategis oleh pengelola desa melalui berbagai fitur seperti feed, stories, reels, dan direct message (DM). Strategi yang diterapkan mengacu pada delapan bauran komunikasi dalam teori Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), seperti promosi penjualan, publisitas, pemasaran interaktif, hingga word of mouth digital. Penggunaan Instagram terbukti mampu meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), memperkuat asosiasi merek dengan nilai budaya lokal, membentuk persepsi kualitas destinasi, serta menumbuhkan loyalitas wisatawan terhadap Desa Wisata Lubuk Sukon. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Instagram merupakan media yang efektif dalam membangun brand equity desa wisata. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pengelola desa wisata lainnya dalam mengoptimalkan media sosial sebagai alat promosi berbasis budaya dan komunitas.&#13;
Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Instagram, Media Sosial, Brand Equity, Desa Wisata, Lubuk Sukon&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION IN MARKETING - MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION MEDIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ONLINE MARKETING - MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>302.23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 23:45:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-29 09:21:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>