<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168555">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MOTIF AGENCY TERHADAP INTENSITAS PENGGUNAAN LINKEDIN PADA FRESH GRADUATE USK DALAM MENCARI PEKERJAAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADISTYA RAMADHANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Teori Uses and Gratifications 2.0 yang dikembangkan oleh Sundar dan Limperos merupakan pengembangan dari teori sebelumnya yang menyoroti peran aktif pengguna dalam memilih dan menggunakan media digital berdasarkan kebutuhan psikologis dan sosial tertentu. Salah satu aspek utama dalam teori ini adalah agency, yaitu dorongan individu untuk merasa memiliki kontrol, kebebasan, dan kemampuan dalam mengelola serta menyesuaikan pengalaman bermedia. Aspek agency menjadi sangat relevan dalam konteks media digital yang interaktif, di mana pengguna tidak hanya sebagai konsumen pasif, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk konten dan pengalaman mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motif agency terhadap intensitas penggunaan LinkedIn oleh fresh graduate Universitas Syiah Kuala (USK) dalam mencari pekerjaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan metode survei terhadap 100 responden menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Motif agency dianalisis melalui lima dimensi utama berdasarkan teori Uses and Gratifications 2.0 dan model M-A-I-N, yaitu agency enhancement, community building, bandwagon, filtering/tailoring, dan ownness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat motif agency yang tinggi, terutama pada dimensi ownness, yang menunjukkan adanya kontrol dan personalisasi tinggi terhadap informasi di LinkedIn. Selain itu, intensitas penggunaan LinkedIn juga tergolong tinggi, dilihat dari durasi dan frekuensi akses yang konsisten setiap hari. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motif agency dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan koefisien sebesar 0,316 dan nilai signifikansi 0,007. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications 2.0, yang menyatakan bahwa pengguna media digital berperan sebagai agen aktif dalam mengelola pengalaman bermedianya.&#13;
Kata kunci: model M-A-I-N, motif agency, intensitas penggunaan, LinkedIn, fresh graduate, Uses and Gratifications 2.0, mencari pekerjaan&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168555</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 18:10:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 18:19:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>