<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168553">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI REMAJA TERHADAP FENOMENA FINANSIAL FREEDOM DI  KALANGAN SISWA SMA 1 LHOONG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wardatul Ayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi remaja terhadap fenomena financial freedom atau kebebasan finansial, serta memahami motivasi dan strategi mereka dalam mencapai kondisi tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa SMA Negeri 1 Lhoong, Aceh Besar, yang dipilih secara purposive. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman remaja mengenai financial freedom umumnya merujuk pada kondisi kemandirian finansial, yaitu tidak bergantung lagi kepada orang tua dan mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Sumber pengetahuan mereka berasal dari media sosial, lingkungan keluarga, dan pengalaman pribadi. Motivasi utama remaja dalam mengejar financial freedom antara lain keinginan untuk hidup mandiri, membantu keluarga secara ekonomi, serta mengejar stabilitas dan kebebasan hidup di masa depan. Strategi yang digunakan antara lain berwirausaha, menabung, mencatat pengeluaran, dan merencanakan keuangan. Proses pembentukan persepsi ini dapat dijelaskan melalui teori persepsi Jalaluddin Rahmat dan Sarwono &amp; Meinarno, yang menekankan pentingnya interaksi antara sensasi, atensi, interpretasi, serta pengaruh faktor internal dan eksternal. Selain itu, teori kognitif sosial Albert Bandura juga menjelaskan bahwa observasi sosial, self-efficacy, dan lingkungan sosial memainkan peran penting dalam mendorong remaja untuk menerapkan strategi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja telah mulai membangun pola pikir finansial yang berkembang dan berorientasi pada kemandirian ekonomi, meskipun masih memerlukan penguatan dari lingkungan keluarga dan institusi pendidikan.&#13;
Kata kunci: persepsi remaja, financial freedom, kebebasan finansial, strategi keuangan, teori kognitif sosial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168553</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 18:09:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 18:20:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>