<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168471">
 <titleInfo>
  <title>POPULASI AZOTOBACTER DAN AKTIVITAS MIKROORGANISME PADA RIZOSFER KOPI ARABIKA YANG TERCEMAR HERBISIDA BERBAHAN AKTIF GLIFOSAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZIKRI SYAH PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi Azotobacter dan aktivitas respirasi mikroorganisme pada rizosfer kopi Arabika yang terpapar herbisida berbahan aktif glifosat. Azotobacter memiliki peran penting dalam fiksasi nitrogen dan produksi hormon tumbuh, sementara herbisida glifosat dapat meninggalkan residu di dalam tanah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengukur populasi Azotobacter menggunakan metode Pour Plate dan laju respirasi dengan metode modifikasi Verstraete.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kompos secara umum meningkatkan populasi Azotobacter, dengan populasi tertinggi pada dosis 2,5 kg/tanaman. Menariknya, pemberian herbisida glifosat tanpa kompos juga meningkatkan populasi Azotobacter dibandingkan dengan perlakuan tanpa herbisida dan kompos, yang diduga karena herbisida mampu memacu pertumbuhan mikroba. Pada dosis kompos yang rendah (5 kg/tanaman), penambahan herbisida tidak mengurangi populasi Azotobacter, bahkan sedikit meningkatkannya, sementara pada dosis kompos tinggi (7,5 kg/tanaman), herbisida cenderung mengurangi populasi secara signifikan.&#13;
Laju respirasi juga dipengaruhi oleh perlakuan. Tanpa herbisida, laju respirasi mencapai puncaknya pada dosis kompos 2,5 kg/tanaman, namun menurun pada dosis yang lebih tinggi. Aplikasi herbisida glifosat menunjukkan efek bergantung pada dosis (dose-dependent effect) terhadap laju respirasi. Pada dosis kompos 2,5 kg/tanaman, herbisida 1 liter meningkatkan laju respirasi, sedangkan herbisida 2 liter menurunkannya secara drastis. Ini mengindikasikan adanya ambang batas di mana glifosat dapat berubah dari berpotensi menguntungkan menjadi merugikan bagi aktivitas metabolic Azotobacter. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti interaksi yang kompleks antara herbisida, kompos, dan komunitas mikroba tanah.&#13;
Kata Kunci: Azotobacter, Herbisida Glifosat, Kopi Arabika, Populasi Mikroorganisme, Respirasi Tanah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168471</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:52:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:56:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>