<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168453">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) UNTUK EKSPLORASI PASIR BESI DI PANTAI SYIAH KUALA, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Novita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan pesisir merupakan wilayah yang dinamis dan menyimpan potensi sumber daya mineral, salah satunya pasir besi. Di Pantai Syiah Kuala, Banda Aceh, pasir besi diduga tersebar di bawah permukaan sebagai hasil proses sedimentasi dari laut dan darat. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi kandungan mineral magnetit di daerah ini, namun belum ada kajian yang memetakan distribusi bawah permukaan secara detail. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan dan distribusi pasir besi bawah permukaan dengan menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR). Metode GPR dipilih karena kemampuannya dalam mendeteksi variasi konstanta dielektrik antar lapisan tanah secara non-destruktif, cepat, dan dengan resolusi tinggi. Akuisisi data dilakukan pada lima lintasan dengan orientasi tegak lurus terhadap garis pantai menggunakan perangkat GPR IDS dengan antena frekuensi 80 MHz. Pengolahan data mencakup proses set zero time, dewow, remove mean trace, gain, dan migration, menggunakan perangkat lunak GPRPy. Hasil interpretasi radargram menunjukkan variasi pola refleksi elektromagnetik yang merepresentasikan perbedaan litologi bawah permukaan, seperti pasir kering, campuran pasir dengan pasir besi, serta zona jenuh air. Refleksi yang paralel, kuat, dan kontinu pada kedalaman 0 – 2 meter mengindikasikan adanya lapisan pasir besi yang tersebar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168453</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:22:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:26:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>