<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168447">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBAIKAN TEGANGAN JATUH DENGAN PEMASANGAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR DAN KAPASITOR SHUNT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizal Fahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit disalurkan ke konsumen melalui jaringan transmisi dan distribusi, termasuk saluran distribusi tegangan menengah 20 kV. Dalam proses penyaluran daya, khususnya pada jaringan distribusi tegangan menengah, sering terjadi drop tegangan yang signifikan, seperti pada kasus penyulang Ekspres Rimo dengan panjang saluran 80 km dan beban Gardu Hubung (GH) mendekati 9 MW. Fenomena ini menyebabkan penurunan kualitas pasokan listrik, sehingga diperlukan solusi teknis untuk meningkatkan stabilitas tegangan. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan perangkat kompensasi berupa kapasitor shunt dan Automatic Voltage Regulator (AVR) sebagai solusi mitigasi. Analisis dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6.0, dengan pendekatan sistem grid sinkron yang dilengkapi AVR dan kapasitor shunt. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi skema operasi paling optimal untuk mengurangi voltage drop dan efisien. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pola operasi sangat berpengaruh terhadap kualitas daya listrik yang disalurkan ke sistem distribusi. Implementasi kombinasi AVR pada GH Rimo dan Kapasitor Shunt pada GH Rimo dan GH Singkil secara signifikan memperbaiki tegangan terima di GH Rimo dari 19,178 kV menjadi 20,738 kV, di PLTD Rimo dari 19,120 kV menjadi 20,515 kV, dan di GH Singkil dari 18,699 kV menjadi 20,042 kV. Optimalisasi pola operasi ini juga memperkecil operasional biaya pokok produksi (BPP) sebesar 6,4%.&#13;
&#13;
Kata Kunci : 	Jatuh Tegangan, Automatic Voltage Regulator (AVR), Kapasitor Shunt, ETAP, BPP&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 14:54:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:01:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>