<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168441">
 <titleInfo>
  <title>INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN UNTUK POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT) DI DESA MON IKEUN, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adila Latifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan Desa Mon Ikeun, Aceh Besar mengalami krisis air bersih akibat kemarau &#13;
panjang, yang berdampak pada kebutuhan manusia, sehingga memerlukan upaya &#13;
identifikasi sumber air alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi &#13;
air tanah di wilayah tersebut menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography &#13;
(ERT). Akuisisi data dilakukan sebanyak tiga lintasan dengan panjang masing-masing &#13;
lintasan 420 m. Konfigurasi yang digunakan Wenner-Schlumberger dengan jumlah &#13;
elektroda 22 dan jarak antar elektroda 20 m. Pengolahan data menggunakan perangkat &#13;
lunak ResIPy untuk menghasilkan penampang resistivitas 2D yang merepresentasikan &#13;
struktur bawah permukaan. Interpretasi penampang resistivitas dilakukan dengan &#13;
mengkorelasikannya dengan data geologi regional dan data sekunder berupa data sumur &#13;
yang terdapat di sekitar lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan struktur bawah &#13;
permukaan di lokasi penelitian didominasi oleh dua litologi batuan penyusun yang &#13;
berbeda yaitu, lapisan konduktif dengan resistivitas (kurang dari 316,23 ohm m) yang diinterpretasikan &#13;
sebagai aluvium berupa lempung, pasir, dan kerikil. Lapisan resistif dengan nilai &#13;
resistivitas (lebih dari 562,34 ohm m) yang diinterpretasikan sebagian lapisan keras (bedrock) berupa &#13;
batu gamping. Berdasarkan litologi penyusun bawah permukaan, zona yang berpotensi air &#13;
tanah terdapat pada lapisan konduktif dengan resistivitas (3,16 – 56,23 ohm m), yang &#13;
diasosiasikan dengan lapisan aluvium yang jenuh air, terutama yang didominasi oleh &#13;
litologi lempung dan pasir. Berdasarkan analisis penampang resistivitas 2D, lintasan 3 &#13;
menunjukkan potensi sumber air tanah yang paling potensial untuk eksplorasi potensi air &#13;
tanah, dengan keberadaan lapisan jenuh air yang relatif dalam dan dangkal mencapai &#13;
kedalaman kurang dari 45 m. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk pengelolaan &#13;
sumber daya air di Desa Mon Ikeun, terutama dalam menghadapi krisis air bersih di masa &#13;
depan.  &#13;
Kata kunci : Air tanah, krisis air bersih, Desa Mon Ikeun, resistivitas</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 14:32:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 14:34:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>