<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168399">
 <titleInfo>
  <title>MANAJEMEN KONFLIK PEMBEBASAN LAHAN DI DESA COT LAMME KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN TOL SIGLI-BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilham Mulya Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh di Desa Cot Lamme menyoroti manajemen konflik dalam Proyek Strategis Nasional. Penelitian ini menganalisis hambatan dalam penyelesaian konflik yang berpusar pada perbedaan nilai ganti rugi antara masyarakat dan pihak penyelenggara. Berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti menunjukkan bahwa masyarakat merasa nilai yang ditetapkan terlalu rendah, tidak sesuai harga pasar, dan mengabaikan nilai sosial serta historis lahan. Persepsi ini diperparah oleh kurangnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses penentuan harga dan negosiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen konflik pembebasan lahan di gampong Cot Lamme dan apa hambatan yang ditemui. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori manajemen konflik dari Stevenin yaitu dengan indikator pengenalan, diagnosis, menyepakati suatu solusi, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak penyelenggara terutama pihak penggadaan tanah belum cukup baik dalam memberikan kebijakan serta komunikasi yang baik dan benar kepada masyarakat. Dominasi pendekatan legal-formal melalui konsinyasi, meskipun menjamin ketersediaan dana, gagal menciptakan keadilan bagi semua pihak. Mekanisme ini cenderung sepihak, menyulitkan masyarakat, terutama yang kurang mampu, untuk memperjuangkan haknya di pengadilan karena keterbatasan akses dan pemahaman hukum. Terhambatnya manajemen konflik juga dipengaruhi oleh pasal-pasal yang terlalu banyak dan kurang disosialisakian kepada masyarakat serta ketidakpercayaan masyarakat akibat luka historis konflik sebelumnya dan adanya kepentingan yang tidak selaras di antara berbagai stakeholder (masyarakat dan pemerintah). Prioritas Proyek Strategis Nasional untuk kelancaran pembangunan seringkali bertabrakan dengan tuntutan keadilan dari masyarakat. Diharapkan pihak-pihak yang terlibat dapat memberi pendekatan yang lebih partisipatif, transparan, adil, dan sensitif terhadap konteks lokal, konflik serupa berpotensi terus terjadi, menghambat pembangunan dan menimbulkan ketidakadilan sosial.&#13;
Kata Kunci : Manajemen Konflik, Harga Lahan, Pembangunan Jalan Tol, Pemerintah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONFLICT MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>303.69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168399</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 13:37:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:03:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>