Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MAKNA SIMBOLIK LIMONG ANEUK REUNYEUN DALAM PROSESI PREH LINTO PADA ADAT PERKAWINAN DI DESA ALUE SUNGAI PINANG ACEH BARAT DAYA
Pengarang
NADIA RAHMI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dr.Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A 197607022006041001 - - - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102030037
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FKIP UNSYIAH., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Nadia Rahmi (2025). Makna Simbolik Limong Aneuk Reunyeun Dalam Prosesi Preh Linto Pada Adat Perkawinan Di Desa Alue Sungai Pinang Aceh Barat Daya. Dibawah bimbingan Ramdiana S.Sn., M.Sn. dan Samsuri S.Pd., M.Ed.
Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap makna simbolik dalam prosesi adat pernikahan menyebabkan tradisi tersebut sering hanya dijalankan sebagai formalitas tanpa pemaknaan filosofis yang utuh. Salah satu prosesi penting dalam adat perkawinan masyarakat Desa Alue Sungai Pinang adalah Limong Aneuk Reunyeun, yaitu tahap akhir dari ragkaian Preh Linto yang sarat akan simbol-simbol budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna simbolik dari prosesi Limong Aneuk Reunyeun dalam adat perkawinan di Desa Alue Sungai Pinang, Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah tokoh adat dan peunganjoe (pendamping) yang terlibat dalam prosesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pijakan Limong Aneuk Reunyeun memiliki makna simbolik yang dalam, mulai dari simbol pijakan pertama yaitu langkah awal, simbol pijakan kedua rezeki, simbol pijakan ketiga pertemuan, simbol pijakan keempat pengingat maut, hingga simbol pijakan kelima langkah akhir dalam kesiapan memasuki kehidupan rumah tangga. Dengan memahami simbol-simbol tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih menyadari pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dalam prosesi adat perkawinan.
Kata Kunci : Makna Simbolik, Limong Aneuk Reunyeun, Preh Linto, Adat Perkawinan, Aceh Barat Daya.
Nadia Rahmi (2025). The Symbolic Meaning of Limong Aneuk Reunyeun in the Preh Linto Ceremony in Wedding Customs in Alue Sungai Pinang Village, Southwest Aceh. Supervised by Ramdiana S.Sn., M.Sn. and Samsuri S.Pd., M.Ed. The lack of public understanding of the symbolic meaning in traditional wedding ceremonies causes these traditions often to be carried out merely as formalities without a complete philosophical meaning. One important ceremony in the wedding customs of the Alue Sungai Pinang Village community is Limong Aneuk Reunyeun, which is the final stage of the Preh Linto series, rich with cultural symbols. This study aims to identify and describe the symbolic meaning of the Limong Aneuk Reunyeun ceremony in the wedding customs of Alue Sungai Pinang Village, Southwest Aceh. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The subjects of this study are customary leaders and peunganjoe (companions) involved in the ceremony. The results show that each step of Limong Aneuk Reunyeun carries deep symbolic meaning, starting from the symbol of the first step, namely the initial step, the symbol of second step of sustenance, the symbol of the third step of meeting, the symbol of the fourth step of a reminder of death, to the symbol of the fifth step of the final step in readiness to enter married life. By understanding these symbols, the community is expected to become more aware of the importance of preserving cultural values in traditional wedding ceremonies. Keywords : Symbolic Meaning, Limong Aneuk Reunyeun, Preh Linto, Wedding Customs, Southwest Aceh.
RAGAM TUTUR MASYARAKAT DESA ALUE SUNGAI PINANG, KECAMATAN JEUMPA, ACEH BARAT DAYA (Azwar, 2024)
BENTUK PELAMINAN SUKU ANEUK JAMEE DI KAMPUNG PINANG KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (fakhrianur, 2014)
PERBEDAAN PROSESI ADAT PERKAWINAN KETURUNAN SAID DENGAN MASYARAKAT BIASA DI KABUPATEN NAGAN RAYA (AJA NOVI SARIRAH, 2015)
MAKNA SIMBOLIK HANTARAN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT KABUPATEN PIDIE (CUT MULYANI TURSINA, 2019)
MAKNA SIMBOLIK PADA BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL PRIA DAN WANITA DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DESA SUBULUSSALAM KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Dede Anggi Riana, 2014)