<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168335">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH DAERAH JIEM-JIEM DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PIDIE JAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M.FARHAN RAHMATULLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemetaan geologi berada pada daerah Jiem-jiem, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya dengan titik koordinat 5˚12’38” N 96˚4’22” E, dimana daerah ini masih merujuk pada Peta Geologi Lembar Banda Aceh, Sumatra dengan skala 1:250.000 oleh Cameron (1981). Daerah penelitian tersebut dipilih sebagai tempat penelitian karena memiliki sejarah geologi dan terbentuk dalam kurun waktu Miosen tengah hingga Oligosen, dimana dalam kurun waktu tersebut terdapat lithologi batuan yang berbeda dan terdapat struktur geologi berupa jurus kemiringan lapisan. Area pada penelitian ini memiliki luas 25 km2 dengan penggunaan lahan pada daerah penelitian ini dimanfaatkan sebagai kawasan perkebunan dan pertanian. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tatanan geologi pada daerah penelitian, sekaligus untuk mengetahui indeks kualitas tanah pada daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi geologi yaitu pemetaan geologi, sedangkan untuk menentukan indeks kualitas tanah menggunakan enam parameter yang merujuk pada metode yang telah diadaptasi dari DIS4ME. Pada penelitian ini untuk penentuan indeks kualitas tanah menggunakan enam parameter yaitu teksur tanah, fragmen batuan, bahan induk, kedalaman tanah, kemiringan lahan, dan drainase. Dari data pemetaan geologi yang telah didapatkan di lapangan maka daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi yaitu satuan geomorfologi perbukitan dan lereng denudasional tererosi lemah, satuan denudasional dataran peneplains, dan satuan fluvial tubuh/dasar sungai, serta kondisi litologi pada daerah penelitian terdiri satuan endapan konglomerat, satuan batupasir, satuan batulanau, satuan serpih karbonatan, dan satuan batugamping . Indeks kualtitas tanah pada daerah penelitian yang telah didapatkan dari hasil analisis tersebut yaitu berada pada kualitas tinggi, kualitas sedang, dan kualitas rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168335</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 12:37:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:00:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>