<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168331">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ALEIF</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur pariwisata merupakan aspek&#13;
krusial dalam meningkatkan daya saing pariwisata suatu daerah. Di Kota Banda&#13;
Aceh, meskipun pembangunan sektor pariwisata terus didorong, masih terdapat&#13;
berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pelayanan publik dan infrastruktur&#13;
pariwisata. Akses jalan menuju lokasi wisata Tugu 0 Kilometer rusak dan tergenang&#13;
air, fasilitas di beberapa tempat wisata yang mengalami kerusakan, sampah yang&#13;
berserakan di pantai-pantai populer juga menjadi masalah karena kurangnya&#13;
kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, dan keterbatasan sumber daya membuat&#13;
pelayanan publik dan pengelolaan infrastruktur pariwisata belum optimal.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pelayanan publik dan&#13;
infrastruktur pariwisata serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya.&#13;
Landasan teori yang digunakan adalah teori reinventing government dari Osborne&#13;
dan Gaebler, yang menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk meningkatkan&#13;
efisiensi dan responsivitas pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan&#13;
adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara&#13;
mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur pariwisata di Kota Banda&#13;
Aceh telah mengalami kemajuan, namun masih terdapat hambatan seperti&#13;
keterbatasan sumber daya, koordinasi antar sektor yang kurang optimal, serta faktor&#13;
budaya lokal yang memengaruhi pelaksanaan pelayanan. Temuan ini memberikan&#13;
rekomendasi penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi dan&#13;
perbaikan dalam pelayanan publik guna mendukung pengembangan pariwisata&#13;
yang berkelanjutan di Kota Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: Optimalisasi Pelayanan, Infrastruktur Pariwisata, Pembangunan&#13;
Pariwisata.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TOURIST INDUSTRY - PUBLIC ADMINISTRATION</topic>
 </subject>
 <classification>354.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168331</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 12:35:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 09:04:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>