<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168279">
 <titleInfo>
  <title>AKSESIBILITAS PERMUKIMAN TERHADAP PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kyasatina Naziva</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perencanaan lokasi puskesmas di Kota Banda Aceh masih didasarkan pada metode konvensional yaitu lahan yang tersedia. Kelemahan dari metode konvensional terkadang kurang mempertimbangkan aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aksesibilitas fasilitas puskesmas berdasarkan keterjangkauan dan keterlayanan lokasi fasilitas puskesmas di Kota Banda Aceh. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis spasial jaringan berupa analisis location-allocation (p-median), analisis buffer, dan analisis service area pada software ArcGIS. Hasil analisis keterjangkauan kawasan permukiman dengan location-allocation menunjukkan 88 dari 90 titik permintaan terjangkau pada jarak 3.000 meter dengan persentase 98%, keterlayanan fasilitas puskesmas secara keseluruhan berdasarkan wilayah kerja adalah 100%, keterlayanan berdasarkan analisis buffer sebesar 96%, dan keterlayanan berdasarkan service area sebesar 85%. Namun metode buffer dan wilayah kerja tidak bisa menjadi pedoman aksesibilitas karean tidak mempertimbangkan jaringan jalan. Waktu tempuh berkisar pada 5 menit dengan kondisi jalan tanpa hambatan. Penggunaan service area direkomendasikan untuk melihat cakupan pelayanan dengan kondisi yang lebih nyata karna mempertimbangkan jaringan jalan, penggunaan metode location allocation direkomendasikan untuk penentuan lokasi fasilitas kesehatan sehingga dapat menentukan fasilitas terdekat dari permukiman.  &#13;
Kata Kunci: aksesibilitas, analisis spasial, keterjangkauan, keterlayanan, puskesmas, &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH CARE FACILITIES-ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725,51</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168279</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 11:55:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-23 15:29:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>