<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168179">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARAH ANNISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerbau (Bubaius bubalis) merupakan salah satu jenis ternak ruminansia besar yang memiliki kemampuan khusus yang dapat bertahan hidup di rawa-rawa. Keberadaan ternak kerbau ini banyak dimanfaatkan oleh para petani sebagai dual purpose yakni penghasil daging dan susu yang dapat meningkatkan pendapatan para petani. Kerbau rawa merupakan salah satu sumber daya genetik ternak yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat Meurebo. Kerbau lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber daging, tenaga kerja, dan pupuk kandang. Kerbau lokal juga berperan dalam upacara adat dan ritual keagamaan.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana penerapan aspek teknis pemeliharan kerbau lokal di Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2025 di Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya yang meliputi 7 Desa yaitu Desa Padang Kleng, Paya Baro, Gampong Baro, Alue Ambang, Pasie Tulak Bala, Lhunggayo, dan Panton. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara langsung secara terbuka kepada pemilik ternak kerbau atau responden dengan memberikan beberapa pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait, seperti data populasi ternak beserta dengan nama pemilik serta lokasi pemiliknya. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kajian aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal di Kabupaten Aceh Jaya, antara lain: 1) pemuliaan dan reproduksi, 2) makanan, 3) tatalaksana pemeliharaan, 4) kesehatan, dan 5) kandang.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau yang dilakukan peternak di Kecamatan Teunom masih tergolong rendah apabila dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jendral Peternakan (1992). Hal ini dikarenakan cara pemeliharaan kerbau yang diterapkan masih secara esktensif dan turun temurun, reproduksi kerbau masih dilakukan secara alami, dan pemberian pakan dilakukan dengan cara melepas ternak ke padang pengembalaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BUFFALO - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.293</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168179</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 10:41:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 10:47:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>