<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168157">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIFITAS STORYTELLING TERHADAP PENGETAHUAN KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK SEKOLAH DASARRNDI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sabran Hadi Pagan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Megister Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kebersihan diri merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi siswa sekolah dasar yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan pembentukan kebiasaan. Masalah kesehatan seperti diare, penyakit pernapasan, dan cacingan sering kali menyerang anak usia sekolah karena tingginya aktivitas fisik dan kurangnya pemahaman tentang kebersihan. Penyampaian materi kebersihan diri yang kurang menarik menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan siswa. Storytelling merupakan metode edukatif yang dinilai mampu menyampaikan pesan secara kontekstual dan mudah dipahami oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas storytelling terhadap pengetahuan kebersihan diri pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 64 siswa sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner personal hygiene dengan metode self-report sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi storytelling diberikan sebanyak empat sesi selama tiga hari menggunakan media video animasi bertema kebersihan diri. Hasil uji statistik Wilcoxon signed-rank test menunjukkan nilai Z = -6,965 dengan p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi storytelling. Hal ini menandakan bahwa storytelling memiliki efektif terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan diri pada anak sekolah dasar. Metode ini memanfaatkan cerita dan visual menarik yang sesuai dengan cara belajar anak, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Peningkatan signifikan dalam nilai pengetahuan mendukung temuan studi sebelumnya bahwa storytelling terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kebersihan diri pada anak sekolah dasar. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk diterapkan oleh pihak sekolah dan puskesmas dalam program edukasi kebersihan anak secara berkelanjutan.&#13;
Kata kunci	: Storytelling, Pengetahuan, Kebersihan Diri, Kesehatan Siswa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PERSONAL HYGIENE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHILD CARE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STORYTELLING - CHILD CARE</topic>
 </subject>
 <classification>613</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 10:09:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-09 15:50:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>