<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168147">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN METODE NETWORK REAL-TIME KINEMATIC (N-RTK) DALAM EVALUASI PENETAPAN KAWASAN GAMBUT FUNGSI LINDUNG BERDASARKAN KEDALAMAN DAN POLA PENGUASAAN LAHAN DI KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Romi Mitrolia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Ekosistem gambut memiliki peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, namun pengelolaannya menghadapi tantangan kompleks terkait pemetaan akurat dan isu penguasaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi metode Network Real-Time Kinematic (N-RTK) berdasarkan kondisi jaringan telekomunikasi dan panjang baseline, serta menganalisis pola spasial kedalaman gambut dan penguasaan lahan di kawasan gambut fungsi lindung Aceh Jaya. Data akurasi N-RTK diperoleh dari survei lapangan menggunakan GNSS di berbagai kondisi jaringan 4G dan 3G dengan variasi panjang baseline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi N-RTK sangat dipengaruhi oleh kualitas jaringan dan panjang baseline; jaringan 4G secara konsisten memberikan akurasi sub meter yang tinggi, meskipun nilai CE90 cenderung menurun seiring bertambahnya jarak. Namun, penerapan N-RTK tidak dapat dilakukan sepenuhnya di seluruh area studi, dengan 166 titik uji (sekitar 25.11% dari total 661 titik) hanya dapat diukur menggunakan GPS handheld akibat keterbatasan akses jaringan seluler. Penggunaan GPS handheld ini menghasilkan akurasi yang jauh lebih rendah (CE90 sekitar 5.95 m), hanya sesuai untuk pemetaan skala umum. Analisis spasial kedalaman gambut dan penguasaan lahan lebih lanjut mengungkapkan bahwa mayoritas kawasan gambut, baik yang dalam maupun dangkal, telah berada dalam penguasaan formal masyarakat melalui Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) yang seringkali telah ada secara historis sebelum penetapan fungsi lindung. Realitas ini menciptakan potensi konflik antara tujuan konservasi ekosistem gambut dan hak legal masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan perlunya adopsi strategi akuisisi data geospasial hibrida yang fleksibel serta pendekatan kebijakan pengelolaan lahan gambut yang inklusif dan partisipatif, guna mencapai keseimbangan antara upaya konservasi dan keadilan sosial.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : GNSS, Akurasi Geometri, Gambut, Penguasaan Lahan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168147</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:58:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 10:17:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>