PERAN DINAS SOSIAL ACEH DALAM REHABILITASI PENYANDANG DISABILITAS DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH RUMOH SEUJAHTRA BEUJROH MEUKARYA UNTUK MEWUJUDKAN DISABILITY EQUALITY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN DINAS SOSIAL ACEH DALAM REHABILITASI PENYANDANG DISABILITAS DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH RUMOH SEUJAHTRA BEUJROH MEUKARYA UNTUK MEWUJUDKAN DISABILITY EQUALITY


Pengarang

ZAHIRATUL MAUFIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2110104010137

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Disability Equality (Kesetaraan Disabilitas) merupakan konsep agar disabilitas tidak tertinggal yaitu merupakan bagian dari SDGs (Sustainable Development Goals) dengan prinsip No one Left Behind, Pada tahun 2024 jumlah Disabilitas di Aceh mencapai angka 20.269 ribu jiwa. Fenoma disabilitas sulit mendapatkan haknya sehingga adanya Peraturan Gubernur Aceh Nomor 31 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 1 Tahun 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran Dinas Sosial Aceh dalam rehabilitasi disabilitas di UPTD RSBM serta Untuk mengetahui dan mendeskripsikan hambatan Dinas Sosial Aceh dalam rehabilitasi penyandang disabilitas di UPTD RSBM untuk mewujudkan disability equality. Teori dalam penelitian ini adalah teori peran oleh Biddle dan Thomas dalam Zulmaron, M. Noupal, dan Aliyah, Sri (2017:44). Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya harapan disabilitas netra yaitu untuk tersedianya teknik pijat yang lebih beragam serta tongkat yang lebih canggih dan harapan dari berbagai ragam disabilitas adalah agar mereka juga juga direhabilitas, pengecekan terhadap disabilitas secara rutin serta bantuan kebutuhan disabilitas, terdapatnya norma Peraturan Gubernur Aceh, terdapatnya wujud perilaku untuk rehabilitasi netra di UPTD RSBM program pelatihan dan pendidikan, terdapatnya evaluasi positif yaitu disabilitas netra sudah bisa memijat, Braille, kebutuhan dasar serta kebutuhan khusus dan evaluasi negatif adalah belum banyak tekni pijat serta belum tersedia tongkat canggih dan terdapatnya sanksi yaitu pembinaan, peneguran bahkan pemecatan terhadap pekerja yang tidak menjalankan perannya. Hambatan dalam rehabilitasi netra adalah dana, tenaga kerja, TKSK, pemasungan serta assesmen dan hambatan untuk rehabilitasi semua ragam disabilitas adalah belum terlantiknya strukstur organisasi UPTD RSBM baru, dana dan tenaga kerja serta kriminalitas. Kemudian, diharapakan kepada Pemerintah Aceh dan Dinas Sosial Aceh untuk lebih baik dalam menaggani disabilitas di UPTD RSBM agar terwujudnya disability equality.
Kata Kunci : Peran, Rehabilitasi, Disability Equality, UPTD RSBM

Disability Equality is a concept that ensures people with disabilities are not left behind, as part of the Sustainable Development Goals (SDGs) with the principle of "No One Left Behind". In 2024, there are 20,269 people with disabilities in Aceh. To address the challenges they face, the Aceh government has implemented regulations, including the Aceh Governor's Regulation No. 31/2018 and No. 1/2024. This research aims to examine the role of the Aceh Social Service in rehabilitating people with disabilities at UPTD RSBM and identify obstacles in achieving Disability Equality. Using role theory and a qualitative descriptive approach, the study finds that people with visual impairments hope for more diverse massage techniques and advanced canes, while others seek rehabilitation, regular checks, and assistance. The findings highlight the regulations, rehabilitation programs, and positive evaluations, such as improved skills and Braille proficiency. However, negative evaluations include limited techniques and unavailable resources. The study identifies barriers, including funding, workforce, and organizational challenges. The research recommends that the Aceh Government and Social Service improve their handling of disabilities at UPTD RSBM to ensure people with disabilities receive their rights and achieve Disability Equality. Keywords: Role, Rehabilitation, Disability Equality, UPTD RSBM

Citation



    SERVICES DESK