<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168139">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN MODUL AJAR KARAKTER PEMAAF PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kartika Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi diri secara kognitif (pengetahuan), afektif (emosi dan sikap), serta psikomotor (keterampilan). Ketiga tujuan tersebut dicapai melalui kurikulum yang dirumuskan secara sistematis. Penerapan kurikulum di Indonesia sejak tahun 1947-2025 salah satunya berfokus pada pendidikan karakter. Karakter yang umumnya diajarkan adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. Sementara itu belum ditemukan karakter pemaaf yang secara eksplisit diajarkan di sekolah. Data di lapangan diperoleh masalah perundungan dan intoleransi merupakan masalah terbanyak terjadi di lembaga pendidikan formal sehingga diperlukan modul ajar yang secara eksplisit mengajarkan maaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar dan menguji tingkat kelayakan modul ajar karakter pemaaf pada Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian yang digunakan adalah Research &amp; Development (R&amp;D) model Borg dan Gall dengan melibatkan tiga SMP di Banda Aceh yang sudah menerapkan kurikulum merdeka diambil dengan teknik purposive sampling. Responden penelitian adalah siswa/i kelas VII, VIII, dan IX, guru, ahli materi kajian islam, serta ahli materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Instrumen penelitian menggunakan daftar perilaku untuk mengamati perilaku siswa didalam kelas, diskusi kelompok terarah (DKT) dilakukan terhadap guru, dan angket untuk menilai validitas dan tingkat kelayakan modul ajar. Berdasarkan hasil pengamatan perilaku maaf yang muncul pada siswa adalah mengucapkan maafkan saya, bersalaman, membantu teman yang telah berbuat salah untuk menyelesaikan tugas. Selain itu beberapa simbol maaf yang muncul adalah mentautkan jari kelingking siswa A ke siswa B dengan kedua ujung jempol yang juga bertautan, menyatukan kedua telapak tangan, dan gesture high five. Selain itu hasil DKT menemukan perlu untuk mengajarkan maaf dengan cara menyisipkan materi maaf dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Pengembangan modul ajar karakter pemaaf dilakukan dengan cara menyisipkan materi tabayun dalam bab VIII kelas VII dengan materi menghindari ghibah dan melaksanakan tabayun, serta menyisipkan materi berkomunikasi dengan empati dalam bab VIII kelas VIII dengan materi menjadi generasi toleran membangun harmoni intern dan antar umat beragama. Berdasarkan hasil uji validitas ahli materi ditemukan materi tabayun dan berkomunikasi dengan empati memiliki nilai content validity index (CVI) sebesar 1. Sementara itu, uji kelayakan modul ajar yang dilakukan oleh guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti menemukan modul ajar tabayun memiliki tingkat kelayakan sebesar 98%, sementara itu modul ajar berkomunikasi dengan empati memiliki tingkat kelayakan sebesar 94,8%. Dengan demikian kedua modul ajar memiliki validitas isi yang baik dengan tingkat kelayakan sangat baik, sehingga dapat digunakan oleh guru untuk mengajarkan karakter maaf pada siswa.  &#13;
&#13;
Kata kunci: karakter</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EDUCATIONAL MEDIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING MATERIALS</topic>
 </subject>
 <classification>371.33</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168139</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:43:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 11:59:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>