ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG SECARA BERKELANJUTAN DI ACEHRN(STUDI KASUS DI KECAMATAN KOTA JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG SECARA BERKELANJUTAN DI ACEHRN(STUDI KASUS DI KECAMATAN KOTA JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Teuku Muhammad Zulfikar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Dosen Pembimbing II
Amiruddin - 197101062000121001 - Dosen Pembimbing III
Syahrul - 196312111990021001 - Penguji
Djufri - 196311111989031001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2009300050003

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Pendidikan IPS (S3) / PDDIKTI : 87001

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

333.75

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Peranan hutan secara langsung (tangible) dapat sebagai sumber bahan baku kayu
serta berbagai keanekaragaman hayati lainnya yang memiliki manfaat besar bagi
manusia. Sementara peranan hutan secara tidak langsung (intangible) dapat sebagai
penyedia udara (oxygen), pengatur tata air, penyerap karbondioksida, serta berbagai
jasa lingkungan lainnya. Kebijakan pengelolaan hutan Aceh untuk mendukung
fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan
menganalisis kebijakan pengelolaan hutan lindung di Kecamatan Kota Jantho
Kabupaten Aceh Besar ditinjau dari segi ekologi, ekonomi dan sosial serta
teknologi, dan mengindentifikasi berbagai faktor kebijakan pengelolaan hutan
lindung dan menyusun model kebijakan pengelolaan hutan lindung berkelanjutan
di Aceh menggunakan pendekatan lembaga adat Aceh. Metode penelitian
dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan memadukan kuantitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan hutan lindung di Kecamatan
Kota Jantho harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memperhatikan
aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan teknologi. Kolaborasi antara pemerintah,
masyarakat, dan pihak swasta sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut,
sehingga hutan lindung dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua
pihak. Kebijakan pengelolaan hutan lindung di Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten
Aceh Besar, harus mengintegrasikan berbagai faktor tersebut dengan pendekatan
yang holistik. Penyelarasan antara aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan
kelembagaan akan mendukung tercapainya pengelolaan hutan yang berkelanjutan
dan bermanfaat bagi semua pihak, terutama masyarakat setempat. Model kebijakan
pengelolaan hutan lindung berkelanjutan di Aceh menggunakan pendekatan
lembaga adat Aceh menekankan pentingnya kearifan lokal, partisipasi masyarakat,
dan integrasi antara aturan adat dan regulasi formal.
Kata Kunci: Kebijakan, Hutan Lindung, Keberlanjutan, Kearifan Lokal

other biodiversity that has great benefits for humans. While the indirect (intangible) role of forests can be as a provider of air (oxygen), water management, carbon dioxide absorber, and various other environmental services. Aceh's forest management policy supports ecological, economic and social functions. The research aims to describe and analyse protected forest management policies in Kota Jantho Sub-district, Aceh Besar District in terms of ecology, economy and social and technology, and identify various factors of protected forest management policies and develop a policy model for sustainable protected forest management in Aceh using the Aceh customary institution approach. The research method was conducted through a qualitative approach by combining quantitative. The results showed that protected forest management policies in Kota Jantho District must prioritise the principle of sustainability by taking into account ecological, economic, social and technological aspects. Collaboration between the government, the community and the private sector is very important in achieving these goals, so that protected forests can provide long-term benefits for all parties. Protected forest management policies in Kota Jantho Sub-district, Aceh Besar District, must integrate these factors with a holistic approach. Alignment between ecological, economic, social and institutional aspects will support the achievement of sustainable forest management that benefits all parties, especially the local community. The policy model for sustainable protected forest management in Aceh using the Aceh customary institution approach emphasises the importance of local wisdom, community participation, and integration between customary rules and formal regulations. Keywords: Policy, Protected Forest, Sustainability, Local Wisdom

Citation



    SERVICES DESK