<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168081">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN OLEH PEMERINTAH DAERAH DALAM JUAL BELI DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taufieq Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENENTUAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN&#13;
OLEH PEMERINTAH DAERAH DALAM JUAL BELI DI KABUPATEN&#13;
ACEH BESAR &#13;
Taufieq Akbar,&#13;
1&#13;
 Mahdi Syahbandir,&#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
2&#13;
 Teuku Saiful&#13;
3&#13;
Berdasarkan Pasal 13 ayat (1) Qanun Aceh Besar Nomor 3 Tahun 2023 tentang&#13;
Pajak Kabupaten dan Retribusi Kabupaten yaitu Dasar pengenaan Bea Perolehan Hak&#13;
atas Tanah adalah Nilai Perolehan Objek Pajak. Namun dalam kenyataannya,&#13;
ditemukan indikasi penggunaan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang lebih rendah&#13;
sebagai dasar pengenaan pajak, hingga dugaan manipulasi data Surat Pemberitahuan&#13;
Pajak Terutang dan kebocoran informasi dalam proses pencocokan dengan SPPTPBB.&#13;
Hal&#13;
ini&#13;
menimbulkan&#13;
kerugian&#13;
bagi&#13;
pendapatan&#13;
daerah.&#13;
&#13;
Penelitian&#13;
ini&#13;
membahas&#13;
penentuan&#13;
bea&#13;
perolehan&#13;
hak&#13;
atas&#13;
tanah&#13;
dan&#13;
bangunan&#13;
&#13;
(BPHTB)&#13;
oleh&#13;
BPKD&#13;
Kabupaten&#13;
Aceh&#13;
Besar&#13;
terhadap&#13;
transaksi&#13;
jual&#13;
beli&#13;
tanah&#13;
dan&#13;
&#13;
bangunan.&#13;
&#13;
Penelitian juga mengkaji yang menjadi tolok ukur dalam menentukan&#13;
Besaran Bea Prolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan di Kabupaten Aceh Besar.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, dengan pendekatan&#13;
kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pejabat BPKD Kabupaten&#13;
Aceh Besar, sedangkan data primier, Data sekunder dan data tersier terkait analisis&#13;
data dilakukan secara deskriptif analitis untuk memberikan gambaran komprehensif&#13;
mengenai permasalahan yang diteliti.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penentuan Bea Perolehan Hak atas Tanah&#13;
dan Bangunan (BPHTB) dalam jual beli tanah dan bangunan di Kabupaten Aceh Besar&#13;
pada dasarnya telah memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Qanun Kabupaten Aceh&#13;
Besar Nomor 3 Tahun 2023. Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan adanya&#13;
ketidaksinkronan antara nilai transaksi riil yang disepakati oleh penjual dan pembeli&#13;
dengan nilai yang digunakan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) sebagai&#13;
dasar pengenaan pajak, yang cenderung menggunakan taksiran internal atau NJOP.&#13;
Hal ini menimbulkan perbedaan persepsi, potensi ketidakadilan, dan keberatan dari&#13;
wajib pajak yang pada akhirnya dapat menghambat proses peralihan hak. Meskipun&#13;
mekanisme verifikasi sudah dilakukan melalui penelitian dokumen dan verifikasi&#13;
lapangan oleh BPKD, namun dalam praktiknya, prosedur ini belum sepenuhnya&#13;
menjamin keadilan dan transparansi bagi wajib pajak.&#13;
Disarankan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah memastikan dasar&#13;
pengenaan pajak didasarkan pada harga transaksi riil secara konsisten, memperbaiki&#13;
sistem verifikasi agar lebih transparan dan akuntabel, memperjelas peran PPAT dalam&#13;
proses validasi, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar wajib pajak&#13;
memahami proses dan haknya, sehingga tercipta keadilan, kepastian hukum, dan&#13;
pelayanan publik yang lebih baik dalam pengelolaan pajak daerah. &#13;
Kata Kunci: Penentuan BPHTB, Pemerintah Daerah, Jual Beli Tanah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168081</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 23:30:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:24:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>