<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168065">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI FREKUENSI NATURAL DAN RESONANSI MENARA MASJID RAYA BAITURAHMAN BERDASARKAN ANALISIS MIKROTREMOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Noviana Sihotang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Respon struktur bangunan tinggi terhadap bahaya gempa bumi di wilayah Banda&#13;
Aceh, seperti menara masjid, sangat dipengaruhi oleh frekuensi natural dan&#13;
karakteristik resonansinya. Penelitian ini berfokus pada investigasi frekuensi&#13;
natural dan tingkat resonansi menara Masjid Raya Baiturrahman untuk menilai&#13;
kerentanan seismiknya. Analisis dilakukan menggunakan pengukuran mikrotremor&#13;
yang merekam getaran natural di setiap lantai bangunan dan lahan terbuka di sekitar&#13;
struktur. Data diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio&#13;
(HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi natural di basement, serta Floor&#13;
Spectral Ratio (FSR) dan Random Decrement Method (RDM) untuk mendapatkan&#13;
nilai frekuensi natural dan rasio redaman di setiap lantai. Berdasarkan analisis&#13;
mikrotremor, frekuensi natural menara Masjid Raya Baiturrahman berkisar 1.16–&#13;
8.8 Hz, dengan nilai frekuensi tertinggi pada lantai bawah dan menurun seiring&#13;
ketinggian menara. Korelasi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi menara,&#13;
frekuensi naturalnya semakin rendah, sehingga lebih rentan mengalami resonansi&#13;
terhadap gelombang gempa bumi berfrekuensi rendah. Lantai 3 dan 4 menara&#13;
menunjukkan tingkat resonansi tinggi (sekitar 11-12%) dan indeks kerentanan yang&#13;
signifikan (112-208), menandakan risiko kerusakan yang tinggi pada bagian atas&#13;
menara akibat kombinasi redaman rendah dan amplifikasi tinggi. Hasil penelitian&#13;
ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap desain menara masjid yang lebih&#13;
tinggi di masa depan, serta strategi mitigasi gempa yang efektif.  &#13;
&#13;
Kata kunci:  frekuensi natural, resonansi, mikrotremor, masjid, bangunan, FSR.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 22:22:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:55:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>