<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168029">
 <titleInfo>
  <title>ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN TENGGULUN KABUPATEN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IBNU KHALDUN SUKMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi potong merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki peranan strategis dalam penyediaan daging sebagai sumber protein hewani yang dibutuhkan masyarakat. Pengembangan usaha sapi potong juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan peternak rakyat, terutama di wilayah pedesaan. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan (1992), untuk meningkatkan produktivitas sapi potong, sejumlah langkah teknis perlu diterapkan dalam pemeliharaannya. Langkah-langkah ini mencakup pemuliaan dan reproduksi, pemberian pakan, manajemen kesehatan, serta pengelolaan kandang dan peralatan. Aspek-aspek teknis ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan peternak dalam mengadopsi teknologi pemeliharaan modern.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2025 di Kecamatan Tenggulun meliputi lima desa yaitu desa Rimba Sawang, Tenggulun, Tebing Tinggi, Selamat, dan Simpang Kiri. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 100 peternak sapi potong dengan menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel secara acak dan penentuan jumlah sampel secara sengaja dengan pertimbangan peternak yang bersedia untuk diwawancara dengan ketentuan pemilihan minimal beternak selama 3 tahun dan memiliki ternak sapi aceh minimal 2 ekor.&#13;
Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi potong di Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh tamiang meliputi, aspek pemuliaan dan reproduksi, pakan, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perlengkapan. Data yang didapat diolah dengan menghitung rata-rata dan persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan (1992).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknik pemeliharaan ternak sapi potong yang diperoleh di Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang adalah 62,11% dengan rata-rata nilai 621,1 dari 1000, Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi potong di Kecamatan penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi potong di Kecamatan Tenggulun tergolong cukup baik.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BEEF CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.213</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168029</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 16:41:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 15:53:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>