<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="168001">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN TINGKAT KUALITAS HIDUP DAN INKLUSI SOSIAL KOTA BANDA ACEH BERBASIS CITY PROSPERITY INDEX (CPI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>USWATUN HASANAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemakmuran kota tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup dan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh mengalami perkembangan pesat, namun masih menghadapi berbagai permasalahan sosial seperti angka kemiskinan 7,5% dan kawasan kumuh seluas 462,73 hektar. Penelitian ini menggunakan City Prosperity Index (CPI) sebagai alat ukur kemakmuran kota karena pendekatan komprehensifnya dalam menganalisis pembangunan berkelanjutan. Dari enam dimensi CPI, penelitian ini memfokuskan pada dimensi kualitas hidup serta ekuitas dan inklusi sosial karena keduanya sangat relevan dalam mengukur kesejahteraan sosial masyarakat dan ketahanan kota. Dimensi kualitas hidup dianalisis melalui indikator kesehatan, pendidikan, keselamatan, dan ruang publik, sedangkan dimensi ekuitas dan inklusi sosial dianalisis melalui pemerataan ekonomi, inklusi sosial, dan inklusi gender. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis CPI melalui tahapan: pengumpulan data sektoral, perhitungan skor indikator, klasifikasi nilai, dan interpretasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kualitas hidup dan inklusi sosial di Banda Aceh masih berada pada kategori baik. Beberapa aspek seperti harapan hidup dan akses ruang publik menunjukkan capaian baik, namun tantangan masih terdapat pada pemerataan ekonomi dan keterwakilan perempuan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan inklusi sosial secara merata guna mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang tangguh dan berkeadilan bagi seluruh warganya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>168001</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 11:26:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 10:03:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>