<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167999">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI HUBUNGAN KEKERABATAN KERBAU (BUBALUS BUBALIS) LOKAL DI ACEH SELATAN DAN KERBAU GAYO BERDASARKAN ANALISIS SEKUENS DNA MITOKONDRIA GEN CYTOCHROME- B.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Usratun Sakinah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ternak kerbau (Bubalus bubalis) merupakan plasma nutfah yang perlu dilestarikan. Keanekaragaman hayati sangat penting untuk meminimalkan hilangnya variasi genetik. Identifikasi keragaman genetik dapat digunakan sebagai penanda genetik untuk mengungkap variasi dalam spesies, menganalisis distribusi geografis genetik (filogeografi), Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempermudah identifikasi keragaman genetik pada kerbau lokal  di Aceh Selatan dan kerbau gayo adalah dengan menggunakan analisis sekuens DNA mitokondria gen cytochrome-b. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kekerabatan kerbau (Bubalus bubalis) lokal di Aceh Selatan dan kerbau gayo berdasarkan analisis sekuens DNA mitokondria gen cytochrome- b. &#13;
Penelitian ini menggunakan delapan sampel yaitu empat kerbau lokal di Aceh Selatan dan empat sampel kerbau gayo. Adapun metode penelitian yang dilakukan yaitu isolasi DNA genom, uji kualitas DNA, PCR, uji kualitas produk PCR, purifikasi produk PCR, Sekuensing DNA dilakukan menggunakan metode Sanger Sequencing, Analisis hasil sekuensing dilakukan Selatan dan kerbau gayo membentuk klaster yang terpisah. Hal ini menandakan bahwa kerbau lokal di Aceh Selatan dengan kerbau gayo terdapat perbedaan menggunakan program MEGA 11. Penjajaran sekuens kerbau dilakukan dengan allighnment by clustalW. Konstruksi pohon filogenetik dari sekuens kerbau dilakukan dengan metode test neighbor-joining tree, model evolusi Kimura 2 parameter dengan Boostrap 1000x replikasi.  &#13;
  Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kerbau lokal di Aceh Selatan dengan kerbau gayo memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dilihat dari hasil analisis jarak genetik dan analisis pohon filogenetik. Dapat kita lihat dari nilai jarak genetik tertinggi antara kerbau lokal di Aceh Selatan (1B) dan kerbau gayo (K4) dengan nilai (0,0306). Apabila semakin besar jarak genetik antar bangsa ternak maka semakin jauh pula hubungan genetiknya dan jika semakin kecil jarak genetik maka semakin dekat hubungan genetiknya. Dari analisis pohon filogenetik menunjukkan bahwa kerbau lokal di Aceh dalam susunan genetik antara kedua populasi kerbau tersebut.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 11:12:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 15:46:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>