<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167983">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS ZONASI RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TANGSE DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afra Zulfira Rustam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan pemetaan geologi dan analisis zonasi rawan longsor dilakukan di daerah Tangse dan sekitarnya, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Lokasi penelitian secara geografis terletak pada koordinat 4°58'2.19&quot; LU - 5°0'46.60&quot; LU sampai 95°55'26.63&quot; BT - 95°58'8.95&quot; BT dengan luas wilayah 25 km². Berdasarkan peta geologi lembar Calang, Sumatera (Bennett, dkk 1981), lokasi penelitian terdiri dari 4 formasi, Formasi Geumpang (Mug), Formasi Gle Sakeun (Tmigs), Formasi Serpentinit Tangse (Tuset) dan Aluvium (Qh). Dalam analisis zonasi rawan longsor, pemetaan geologi merupakan salah satu aspek sebagai dasar penetapan dalam mengidentifikasi faktor yang menjadi penyebab terjadinya longsor seperti &#13;
kemiringan lereng, jenis batuan, sifat fisik tanah dan faktor lainnya. Oleh karena itu, penelitian analisis zonasi rawan longsor dan pemetaan geologi memiliki ikatan dalam menentukan zonasi tingkat kerawanan longsor di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pemetaan geologi serta analisis zonasi rawan longsor untuk mengetahui sebaran daerah yang berpotensi terjadinya longsor. Metode yang digunakan adalah pembobotan parameter, skoring, dan overlay yang melibatkan beberapa parameter yang mempengaruhi kerawanan longsor yaitu kemiringan lereng, kegempaan dan vegetasi. Hasil dari penelitian ini pada pengamatan kondisi geologi menunjukkan bahwa geomorfologi daerah penelitian terdiri dari tiga jenis bentuk lahan, yaitu bentuk lahan denudasional, bentuk lahan struktural dan bentuk lahan fluvial dengan jenis pola aliran sungai dendritik. Sebaran batuan yang ditemukan pada daerah penelitian berupa satuan endapan aluvium, satuan batuan andesit, satuan batuan granodiorit dan satuan batuan serpentinit. Berdasarkan hasil penelitian pada analisis zonasi rawan longsor, maka &#13;
didapatkan bahwa pada daerah penelitian terbagi ke dalam 3 zonasi yaitu, zona tingkat kerawanan rendah dengan luas wilayah 2.281,87 Ha atau 33,10%, zona tingkat kerawanan sedang dengan luas wilayah 2.321,72 Ha atau 33,68% dan zona kerawanan tingkat tinggi dengan luas wilayah 2.289,75 Ha atau 33,22% dari total luas daerah penelitian.   &#13;
&#13;
Kata kunci: Zonasi Longsor, Pemetaan Geologi, Skoring, Overlay, Pembobotan Parameter.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167983</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 20:48:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:42:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>